Ada Speaker Baru dari Samsung, Tapi Belum Pintar

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 06 Apr 2018 09:19 WIB
samsung
Ada Speaker Baru dari Samsung, Tapi Belum Pintar
Speaker cerdas baru Samsung harus terhubung ke smartphone agar dapat menjadi cerdas.

Jakarta: Samsung Baru-baru ini mengumumkan prototipe speaker cerdas baru pada ajang SXSW 2018. Namun, prototipe speaker Samsung ini membutuhkan sambungan dengan smartphone sebagai otak untuk menjalankan sejumlah tugasnya.

Speaker bernama Aurora ini juga tidak dilengkapi mikrofon, prosesor, atau komponen yang mampu menjadikannya cerdas. Perangkat ini merupakan speaker dukungan Bluetooth, dengan bagian untuk doking yang kompatibel smartphone.

Selain itu, speaker menggunakan hardware ponsel, termasuk mikrofon dan kamera, untuk menciptakan pengalaman speaker cerdas. Speaker ini memiliki layar yang menampilkan karakter holografik, yang akan bereaksi saat mendengar suara pengguna.

Aurora juga mengharuskan pengguna untuk menggunakan aplikasi agar dapat berfungsi, dan hingga saat ini masih belum tersedia informasi terkait perangkat yang kompatibel dengan Aurora. Perangkat ini masih dalam proses pengembangan sehingga masih tersedia sejumlah detil yang perlu diperbaiki.

Samsung memanfaatkan perangkat yang telah dimiliki konsumen, dan menghadirkan fungsi baru saat perangkat tiba di rumah. Saat daya baterai smartphone diisii, perangkat juga dapat menghadirkan pengalaman speaker cerdas melalui Aurora.

Aurora tidak didukung hardware rumit di dalam perangkatnya, memungkinkan Samsung menghemat biaya produksi. Speaker ini dapat menarik perhatian pembeli yang menilai speaker cerdas seharusnya tampil rapi, namun tidak bersedia merogoh kantong terlalu dalam.

Masih dalam proses pengembangan, Samsung belum mengumumkan harga penawarannya, tanggal peluncuran atau waktu produksi dimulai untuk perangkat ini. Selain itu, belum tersedia informasi terkait dengan rencana Samsung untuk memanfaatkan speaker ini berfungsi dengan asisten virtual karyanya, Bixby.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.