Telkomsel Selesaikan Penataan Ulang Frekuensi Lebih Cepat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 13 Apr 2018 15:23 WIB
telkomseltelekomunikasi
Telkomsel Selesaikan Penataan Ulang Frekuensi Lebih Cepat
Perayaan selesainya proses penataan ulang.

Jakarta: Telkomsel telah selesai melakukan refarming atau penataan ulang frekuensi 2,1 GHz.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan proses refarming selesai pada 25 April. Itu artinya, Telkomsel bisa menyelesaikan penataan ulang ini dua minggu lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan. 

Proses refarming yang dilakukan Telkomsel dimulai pada 15 Januari lalu. Penataan ini berlangsung selama 87 hari hingga 11 April kemarin. Operator itu menyebutkan, mereka bisa selesai melakukan penataan ulan gdari 42 cluster dengan lancar tanpa gangguan berarti. 

Setelah penataan ulang ini selesai, Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan memberikan dokumen kepada Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo Ismail.

Selesainya penataan ulang oleh Telkomsel juga menutup proses refarming yang dicanangkan oleh Kemenkominfo berdasar Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomo 1998 Tahun 2017. 

"Frekuensi itu bagaikan urat nadi kami, untuk itu kami menangani secara serius refarming ini," kata Apriawan.

"Persiapan yang matang dan expertise sumber daya manusia memampukan kami untuk memperpendek waktu eksekusi yang rata-rata 120 menit menjadi hanya sekitar 35 menit, sehingga secara total kami menghabiskan waktu 87 hari untuk 42 cluster dan mampu menyelesaikannya lebih cepat  dari waktu yang ditetapkan.”

Sementara itu, Ismail menyampaikan apresiasi Kemenkomfin karena Telkomsel bisa menyelesaikan refarming.

“Penataan frekuensi mendorong efisiensi dan optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi radio. Selesainya seluruh proses refarming 2,1 GHz tentunya menjadi milestone baru pemanfaatan 4G LTE di Indonesia,” katanya. 

Dengan dilakukannya penataan ulang, dia juga berharap bahwa industri telekomunikasi di Indonesia bisa menjadi lebih sehat.

Alasannya karena proses penataan ulang dianggap sebagai tugas yang harus dilakukan oleh para operator secara bersama-sama dan bukannya sebagai kompetisi. 


(MMI)

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?
Review Smartphone

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?

10 hours Ago

Seperti apakah Xiaomi Mi A2 Lite? Apakah ponsel ini bisa memikat hati? Berikut ulasan Medc…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.