Pabrik Boeing Terinfeksi Ransomware WannaCry

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 29 Mar 2018 11:35 WIB
boeingcyber securitywannacry
Pabrik Boeing Terinfeksi Ransomware WannaCry
Ilustrasi. (wannacry EFE / EPA / Ritchie B. Tongo)

Jakarta: Pabrik produksi Boeing di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat menjadi korban dari serangan ransomware WannaCry pada hari Rabu.

Mike VanderWel, Chief Engineering di tim teknisi produksi pesawat komersial Boeing merilis memo untuk seluruh karyawan peruahaan, meminta agar "semua orang" membantu menyelesaikan masalah ini.

"Ransomware itu menyebar dengan cepat dari North Charleston dan saya baru saja mendapatkan kabar bahwa alat perakitan cadangan 777 mungkin sudah tidak bisa digunakan," kata VanderWel dalam memonya.

Boeing khawatir, malware ini menyerang peralatan yang digunakan dalam pengujian fungsi pesawat, yang bisa membuatnya menyebar ke software pesawat, lapor The Verge

Biasanya, WannaCry menginfeksi komputer melalui kelemahan pada Windows. Ransomware itu menyebar pada bulan Mei tahun lalu, menyebabkan keresahan di dunia.

Pada awalnya, ransomware tersebut menyerang jaringan rumah sakit di Inggris. Tidak lama kemudian, varian dari malware itu menyebar ke lbih dari 150 negara di dunia, termasuk Indonesia. 

Ketika itu Kementerian Komunikasi dan Informatika segera mengumumkan cara untuk meminimalisir kerusakan yang bisa disebabkan oleh WannaCry.

Sayangnya, itu tidak mencegah banyak komputer terinfeksi WannaCry. Faktanya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah korban WannaCry terbanyak. Per Desember 2017, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menyatakan bahwa ransomware itu dibuat oleh Korea Utara.

Sama seperti ransomware lain, WannaCry mengunci komputer yang telah terinfeksi, memaksa korban untuk membayar sejumlah uang, biasanya dalam bentuk mata uang virtual, jika mereka ingin komputer bisa digunakan kembali. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.