Gelar Cloud Summit 2018 di Indonesia, Google Bidik Investasi Awan

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 04 Oct 2018 14:16 WIB
google
Gelar Cloud Summit 2018 di Indonesia, Google Bidik Investasi Awan
Google mengumumkan rencananya untuk membuka Google Cloud Platform (GCP) region di Indonesia.

Jakarta: Google resmi menghelat ajang tahunan Google Cloud Summit 2018 di Indonesia.

Acara ini sekaligus menjadi pengumuman investasi jangka panjang terbarunya terkait cloud untuk Indonesia. Investasi tersebut berupa pembukaan Google Cloud Platform (GCP) region di Indonesia.

"Peningkatan jumlah pengguna layanna Google Cloud yang signifikan di Indonesia, menjadi alasan kami untuk membuka Google Cloud Platform region di Indonesia," ujar Managing Director Google Cloud Asia Pasific Rick Harshman.

Ekspansi ini, jelas Harshman, memungkinkan Google menyuguhkan kinerja lebih tinggi bagi pelanggan Google Cloud, serta dengan tingkat latensi lebih rendah. Selain itu, hal ini turut menjadi bentuk dukungan Google terhadap proses transformasi digital yang tengah dilakukan perusahaan di Indonesia.

Ekspansi ini juga menjadi bentuk jawaban Google terhadap permintaan perusahaan di Indonesia terkait menghadirkan inovasi-inovasi teknis ke Indonesia. Google juga menyebut ekspansi ini menjadi bagian dari upaya dalam memperkuat ekosistem di Indonesia.

Sebagai informasi, Google Cloud Platform (GCP) merupakan bagian dari layanan yang ditawarkan Google Cloud untuk segmen enterprise.

Sementara itu, Cloud region terdiri dari beberapa zona ketersediaan, dirancang untuk menyediakan tingkat ketersediaan tinggi guna membantu meningkatkan perlindungan terhadap gangguan layanan.

Saat resmi dibuka, Indonesia akan menjadi cloud region ke-8 dari Google Cloud Platform di Asia Pasifik. Sebelumnya, Google Cloud Platform telah dibuka di Mumbai, Singapura, Taiwan, Sydney, dan Tokyo. Selain itu, Google juga mengungkap rencananya untuk memperluas cloud region ke Osaka dan Hong Kong.

Google turut mengungkapkan tengah berinvestasi dalam program yang bertujuan membantu pengembangan bisnis startup di Indonesia.

Google mengaku belum memiliki tanggal pasti terkait waktu pembukaan GCP region di Indonesia. Google hanya menyebut pembukaan tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.