Pendapatan Q2 Alphabet Lebih Baik dari Prediksi

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 24 Jul 2018 11:59 WIB
google
Pendapatan Q2 Alphabet Lebih Baik dari Prediksi
Alphabet Inc., induk perusahaan Google, mengumumkan laporan keuangan kuartal kedua perusahaannya.

Jakarta: Induk perusahaan Google, Alphabet, mengumumkan laporan pendapatan kuartal kedua tahun ini, dengan harga saham sebesar USD10,58 (Rp154.177) per lembar saham. Nilai tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan prediksi Wall Street sebesar USD9,52 (Rp138.730).

Pendapatan tersebut sebelumnya bernilai USD11,75 (Rp167.903) per lembar saham, sebelum Alphabet diganjar denda sebesar USD5 juta (Rp72,6 miliar) oleh EU Competition Commission pada minggu lalu.

EU menyebut bahwa dengan menuntut produsen ponsel Android menginstal aplikasi Google tertentu, Google telah melanggar regulasi anti-trust.

Google juga memiliki pendapatan dari investasi senilai USD1,1 miliar (Rp14,5 triliun) yang tidak dimasukan dalam angka akhir pendapatan Alphabet. Selain itu, nilai keuntungan operasi Alphabet mencapai 24 persen, meningkat secara siginifikan dari 22,5 persen yang dicapainya pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, Phone Arena juga melaporkan bahwa Alphabet memperoleh pendapatan sebesar USD32,66 miliar (Rp474,6 triliun) pada kuartal kedua ini, mengalahkan prediksi analis sebesar USD32,17 miliar (Rp467,5 triliun).

Nilai USD28,1 miliar (Rp408,3 triliun), atau 86 persen dari angka tersbeut dihasilkan oleh bisnis periklanan online Google.

Selama kuartal dua tahun ini, Google juga dilaporkan mengeluarkan biaya lebih sedikit unutk mengakuisisi trafik pada basis tahun-ke-tahun.

Pencapaian ini berhasil diraih Google pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, dan telah menjadi tujuan utama Google untuk menurunkan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan.

Alasan lain penyebab penurunan tersebut adalah bahwa Google kini berada di tahun kedua dalam kontrak selama beberapa tahun sebagai mesin pencarian default di iPhone. Sebagiab besar biaya dari kontrak tersebut diberikan Google di awal, diperkirakan akan mengurangi pengeluarannya dan meningkatkan pendapatannya.

Harga saham Alphabet juga dilaporkan mencapai nilai tertinggi, dan kini memiliki pangsa pasar bernilai USD875 miliar (Rp12.713 triliun).

Dengan dana senilai USD50 miliar tersebut, Alphabet terpaut USD5 miliar (Rp72,6 miliar) dari Amazon dan USD66 miliar (Rp958,9 triliun) dari Apple, dalam kompetisi menjadi perusahaan publik bernilai triliun dollar pertama di dunia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.