Korea Selatan Tolak Permohonan Google Terkait Data Pemetaan

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 21 Nov 2016 11:53 WIB
google
Korea Selatan Tolak Permohonan Google Terkait Data Pemetaan
Pemerintah Korea Selatan menolak memberikan izin kepada Google Maps untuk menggunakan data pemetaan lokal.

Metrotvnews.com: Pemerintah Korea Selatan dilaporkan menolak permohonan izin Google untuk menggunakan data pemetaan lokal pada layanan Google Maps. Google telah menantikan jawaban pemerintah terkait permasalahan ini selama beberapa bulan terakhir.

Menteri Dalam Negeri Korea Selatan menyebut, penolakan ini berdasarkan dampak negatif penggunaan data akan terhadap keamanan nasional akan lebih besar, dibandingkan manfaat yang dijanjikan oleh Google Maps, seperti yang dilaporkan AP.

Saat ini, pemerintah Korea Selatan tengah mengencarkan larangan pendistribusian data pemetaan lokal ke perusahan asing yang tidak beroperasi dengan menggunakan server data lokal, sebagai dampak dari ancaman dari Korea Utara yang tengah dihadapinya.

Google mengelola layanan peta miliknya dengan memanfaatkan pusat data di luar Korea Selatan. Hal ini membatasi manfaat Google Maps di wilayah Korea Selatan, sebab tidak dapat menampilkan navigasi arah.

Sebagai alternatif, pemerintah Korea Selatan menawarkan pemberian izin kepada Google Maps, jika Google setuju untuk menutupi informasi sensitif terkait fasilitas milter negaranya, untuk peta satelit. Permasalahan ini telah menimbulkan dua kubu dalam pemerintahan Korea Selatan.

Kubu pertama menilai pemberian izin tersebut dapat mendukung upaya pemerintah dalam mempromosikan pariwisata dan bisnis lokal. Penggunaan data ini juga dinilai dapat membantu permasalahan yang umum dihadapi oleh wisatawan asing, terkait dengan kendala bahasa.

Kubu lain yang menentang pemberian akses penuh data pemetaan lokal kepada Google, juga didukung oleh sejumlah bisnis dan konsumen lokal. Kubu ini beralasan hal tersebut tidak adil untuk perusahaan lokal yang beroperasi dengan server data lokal untuk mendukung layanan peta mereka. Kubu ini juga menuntut Google membangun pusat data di Korea Selatan, ketimbang mencari celah untuk melunakan peraturan.

Google berpendapat, keterbatasan kemampuan Google Maps di Korea Selatan akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan asing saat berkunjung ke negari ginseng tersebut, selama ajang PyeongChang Winter Olympics pada tahun 2018 mendatang.

Google juga berpendapat, batasan pendistribusian data pemetaan lokal dapat menghalangi upaya perusahaan untuk menggulirkan layanan global menggunakan data lokasi, sehingga konsumen tidak akan dapat menikmati layanan terbaik yang dijanjikan oleh Google Maps.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.