India Punya Sistem Operasi Mobile Mandiri, Indus OS

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 28 Nov 2016 10:09 WIB
indiaandroid
India Punya Sistem Operasi Mobile Mandiri, Indus OS
India menciptakan platform Indus OS untuk menghilangkan kendala bahasa di kalangan pengguna smartphone India.

Metrotvnews.com: India telah sistem operasi karya negaranya, bernama Indus OS, dengan basis Android. Sistem operasi ini dikembangkan untuk pengguna berbahasa regional di seluruh negara kelahiran Shahrukh Khan tersebut.

Indus OS juga diklaim sebagai sistem operasi multibahasa pertama di dunia, yang hingga saat ini, didukung oleh 12 bahasa utama di India. Sebelumnya, sistem operasi ini pertama kali diluncurkan pada tahu 2014 lalu, sebagai FirstTouch.

Sistem operasi ini resmi menyapa masyarakat India saat mendapatkan dana investasi Seri A sebesar USD5 juta pada bulan Januari tahun 2015 lalu. Sementara itu, pada pertengahan tahun yang sama, produsen smartphone lokal bernama Micromax memutuskan untuk mengadopsi sistem operasi ini pada ponsel cerdas karya mereka.

Saat ini, lima OEM terbesar di India, yaitu Micromax, Celkon, Swipe, Karbon, dan Intex, telah membekali lebih dari 30 smartphone karya mereka dengan Indus OS. Menurut Counterpoint Research, Indus OS menjadi platform smartphone terpopuler kedua di India, dengan pangsa pasar mencapai 6,3 persen.

Posisi kedua ini ditempati oleh Indus OS, setelah Android sebagai platform terpopuler pertama di India. Sistem operasi karya India ini berhasil menyalip MIUI milik Xiaomi, dan Cyanogen serta iOS sebagai platform terpopuler, seperti yang dilaporkan Android Authority.

Fokus Indus OS adalah untuk menghilangkan kendala bahasa yang dihadapi pengguna smartphone pertama di India, dan hingga saat ini telah mendukung 12 bahasa regional yaitu Inggris, Hindi, Marathi, Punjabi, Gujarati, Kanada, Bengali, Urdu, Telugu, Malayalam, Odia, Tamil, dan Assamese.

Dukungan bahasa tersebut juga akan dihadirkan pada berbagai aspek sistem pada smartphone penggunanya. Sistem operasi ini menyasar pengguna smartphone pertama sebagai targetnya. Platform ini juga dilengkapi dengan toko aplikasi, bernama App Bazaar. Toko aplikasi ini berisi lebih dari 30 ribu aplikasi termasuk Facebook, Twitter, WhatsApp serta Candy Crush.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.