Aplikasi Smart City Qlue Raih Dua Pendanaan Sekaligus

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 10 Feb 2019 11:45 WIB
Aplikasi Smart City Qlue Raih Dua Pendanaan Sekaligus
Ilustrasi konsep smart city.

Jakarta: Aplikasi solusi smart city Qlue yang juga sudah digandeng oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kembali mendapatkan suntikan dana hingga dua sekaligus.

Kepada Medcom.id pihak Qlue menyebutkan mendapatkan dana segar dari venture capital MDI Ventures milik Telkom dan dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Ventures. Disebutkan bahwa dana ini rencananya untuk mengembangkan sumber dana manusia khususnya tenaga ahli.

Dua area yang difokuskan dalam pencarian tenaga ahli ini adalah area Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT). Pendanaan ini sekaligus menutup ronde pendanaan seri A yang dimulai sejak 2017. Sayangnya Qlue enggan menyebutkan angka dana yang diterima.

"MDI Ventures memiliki visi untuk membangun generasi start-up terdepan di Indonesia dan investasi ini merupakan sebuah wujud nyata dari konsistensi kami untuk mendorong visi tersebut," ungkap CEO MDI Ventures Nicko Widjaja.

"Kami sudah mengenal Qlue sejak awal perusahaan tersebut berdiri, dan kami menilai bahwa Qlue selalu memiliki pola pikir disruptif dan inovatif. Kami melihat Qlue juga bekerja sangat dekat dengan pemerintah, selaras dengan sinergi utama Telkom Indonesia," imbuhnya.

Qlue mengklaim sepanjang 2018 telah menyampaikan aduan masyarakat sebanyak 102.594 laporan kepada Pemerinath Provinsi DKI Jakarta yang 82 persen telah ditindak lanjuti. Qlue berperan dalam meningkatkan kepercayaan warga DKI Jakarta terhadap pemerintahnya sebanyak 47 persen dan meningkatkan performa pemerintah sebesar 61,4 persen.

"Kemampuan Qlue untuk menyediakan command center dan pengelolaan smart city berbasis teknologi dan data merupakan salah satu pilar penting menuju masa depan bangsa Indonesia. Kami bangga dapat turut serta mendukung Qlue," tutur CEo GDP Ventures Martin Hartono.

Aplikasi karya anak negeri ini mendapat penghargaan pada perlombaan Global Smart Cities Contest yang digelar The World’s Smart Cities Organizations (WSCO) di London awal Oktober tahun lalu untuk kategori Best Mobility Project.
(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.