Google: Ekonomi Digital Masih Punya Pekerjaan Rumah

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 27 Nov 2018 18:29 WIB
google
Google: Ekonomi Digital Masih Punya Pekerjaan Rumah
Pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara juga masih memiliki tantangan agar menjadi lebih maju.

Jakarta: Google menyebutkan, perkembangan ekonomi digital yang pesat di Asia Tenggara tidak terlepas dari tantangan dan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Hal ini disampaikan Google dalam penelitiannya bersama dengan Temasek.

Pada penelitian tersebut, Google mengidentifikasi enam tantangan yang perlu diselesaikan selama satu dekade mendatang. Tantangan itu harus diselesaikan untuk memajukan dan memanfaatkan potensi ekonomi digital secara penuh di Asia Tenggara.

“Ada enam tantangan kunci yang kami temukan, dan keenam tantangan ini harus diatasi agar ekonomi digital menjadi maju,” ujar Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf.

Keenam tantangan tersebut termasuk peningkatan infrastruktur internet agar dapat menyuguhkan akses internet terjangkau dan andal, meningkatkan kepercayaan konsumen dalam layanan ekonomi digital, serta kemampuan perusahaan ekonomi digital dalam menggandeng profesional bertalenta.

Selain itu, pengembangan jaringan logistik harus mampu menangani prediksi peningkatan pendistribusian e-commerce senebtara solusi pembayaran harus diadopsi lebih banyak untuk memungkinkan pengguna internet di Asia Tenggara agar dapat bertransaksi secara online dan offline dengan nyaman.

Google mengatakan, tantangan lainnya yang perlu diselesaikan untuk memajukan ekonomi digital adalah ketersediaan investasi modal ventura dalam jumlah cukup untuk mendanai perusahaan ekonomi digital dalam memperluas cakupan usaha mereka.

Saat ini, sejumlah tantangan ini sudah mulai terselesaikan, termasuk di bidang infrastruktur internet di Indonesia. Kemajuan dalam mengatasi tantangan di bidang infrastruktur ini salah satunya terlihat pada dukungan pemerintah Indonesia, melalui program Palapa Ring.

DI bidang profesional bertalenta, Google juga menemukan kemajuan. Meskipun begitu, mereka menilai bidang ini masih memiliki peluang untuk dapat berkembang lebih baik lagi. Demikian juga pada bidang logistik, yang dinilai Google masih dapat dikembangkan. Salah satu caranya adalah melalui investasi ke startup terkait.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.