Agar tak Dilarang Jual iPhone, Apple akan Berikan Update

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 15 Dec 2018 16:09 WIB
applequalcomm
Agar tak Dilarang Jual iPhone, Apple akan Berikan Update
Apple ingin menyelesaikan masalah paten di Tiongkok dengan update software. (AFP PHOTO / Emmanuel DUNAND)

Jakarta: Apple mengklaim telah menemukan solusi agar mereka bisa kembali menjual iPhone di Tiongkok setelah pengadilan melarang mereka karena melanggar paten Qualcomm. Solusi itu adalah dengan memberikan iOS terbaru.

Mereka mengatakan bahwa mereka akan merilis software pada awal minggu depan yang berfungsi mengambil alih tugas dua paten Qualcomm yang dipermasalahkan.

Jika pengadilan setuju, ini berarti Apple dapat kembali menjual iPhone 6s, 6s Plus, 7, 7 Plus, 8, 8 Plus, dan X setelah Apple merilis update, menurut laporan The Verge.

Apple belum lama ini dinyatakan bersalah melanggar dua paten Qualcomm di Tiongkok. Dua paten itu disebutkan tentang pengaturan aplikasi dan mengubah ukuran gambar. Ketika pemblokiran ini diumumkan, kepada CNBC, Apple berkata bahwa iOS 12 -- versi terbaru dari IOS -- tidak melanggar kedua paten tersebut.

Jika itu benar, maka merilis update untuk semua model iPhone akan membuat mereka dapat kembali menjual ponsel tersebut. Apple telah memasukkan dokumen rekonsiderasi terkait hal ini pada Tiongkok.

Sayangnya, dengan merilis update ini, Apple tidak akan berdamai dengan Qualcomm. APple mengklaim, perusahaan pembuat chip itu ingin agar mereka berdamai.

Kemarin, Qualcomm baru saja meminta pengadilan Tiongkok untuk melarang Apple menjual iPhone XS dan XR, yang merupakan iPhone terbaru yang dirilis dengan iOS 12, software terbaru Apple yang diklaim tidak melanggar paten Qualcomm.

Perseteruan Apple dan Qualcomm di Tiongkok adalah bagian dari pertarungan hukum mereka di dunia.

Qualcomm sebelum ini mencoba untuk meminta pengadilan melarang Apple menjual iPhone di Amerika Serikat. Mereka juga mengklaim, Apple mencuri source code mereka dan memberikannya pada pesaing mereka, Intel.

Sementara itu, Apple menyebutkan bahwa Qualcomm secara signifikan menaikkan harga lisensi untuk paten-paten mereka.

Mengingat pertengkaran panjang antara keduanya, kecil kemungkinan Qualcomm akan membiarkan Apple menyelesaikan masalah pemblokiran penjualan iPhone di Tiongkok hanya dengan sebuah update software.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.