Buka Kantor di Indonesia, T-Sytems Dorong Transformasi Digital RS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 08 Nov 2018 18:05 WIB
corporatetransformasi digital
Buka Kantor di Indonesia, T-Sytems Dorong Transformasi Digital RS
T-Systems akan membuka kantor baru di Indonesia.

Jakarta: T-Systems, perusahaan konsultasi dan layanan IT, anak perusahaan dari Deutsche Telekom, membuka kantor baru di Indonesia. Industri kesehatan merupakan sasaran perusahaan asal Jerman ini. Mereka ingin bisa mendorong rumah sakit di Indonesia untuk melakukan transformasi digital. 

Managing Director T-Systems untuk Asia South, Arkadiusz Czopor mengatakan, untuk menyediakan solusi kesehatan bagi rumah sakit di Indonesia, T-Systems bekerja sama dengan SAP Indonesia.

Saat ini, telah ada dua grup rumah sakit yang menggunakan solusi dari T-Systems, yaitu Eka Hospital dan Rumah Sakit Mitra Keluarga. 

"Berbeda dengan e-commerce yang sejak awal memang sudah menggunakan model bisnis digital, rumah sakit, khususnya di Indonesia masih banyak yang menggunakan sistem dasar, menggunakan kertas," kata Czopor ketika ditemui di Fairmont Hotel, Kamis, 8 November 2018.

"Mengimplementasikan sistem digital akan dapat membantu rumah sakit beroperasi lebih efisien dengan mengintegrasikan sistem mereka."

Czopor menjelaskan, salah satu keuntungan nyata yang bisa didapatkan rumah sakit yang telah melakukan transformasi digital adalah mereka dapat mendaftarkan pasien dengan lebih cepat.

Jika sebelum ini rumah sakit bisa memerlukan waktu hingga setidaknya satu jam, dengan sistem digital, pasien bisa mendaftar hanya dalam waktu 10-15 menit. Ini pada akhirnya memungkinkan rumah sakit menerima pasien lebih banyak. 

"Berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan transformasi digital, tergantung pada sistem yang hendak Anda gunakan," kata Czopor saat ditanya soal berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan transformasi digital.

"Jika Anda hanya menggunakan sistem standar tanpa perubahan, waktu yang diperlukan relatif singkat, sekitar 6-9 bulan. Sementara jika Anda ingin mengubah sistem dari jaringan rumah sakit yang memiliki banyak cabang dan memerlukan berbagai kustomisasi, waktu yang diperlukan bisa mencapai dua tahun."

Hasan Widjaja, Corporate IT, Director Eka Hospital menjelaskan bahwa rumah sakitnya tengah berusaha mengimplementasikan solusi SAP Healthcare, logistik, dan manajemen keuangan dari T-Systems.

"Kami mulai kick-off pada 20 September 2017, di tengah jalan ada penambahan modul. Target kami sistem akan aktif pada tahun depan," katanya. "Pada tanggal 1 April di cabang BSD dan Cibubur, 1 Mei di Bekasi, dan 1 Juni di Pekanbaru."

Dia menjelaskan, dengan ada sistem ini, dia berharap sistem rumah sakit akan lebih efektif. "Sehingga pasien tidak perlu menunggu lama. Dan karena sistem tersentralisasi, pasien tidak perlu bawa apa-apa karena semua data ada di komputer. Ini akan memudahkan pasien karena sekarang ketika mereka ke rumah sakit, mereka tidak hanya ingin sembuh, tapi juga ingin nyaman."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.