Akselerator Digitaraya Pamer Tujuh Startup Batch 1 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 29 Oct 2018 17:18 WIB
teknologistartup
Akselerator Digitaraya Pamer Tujuh Startup Batch 1 2018
foto: MEDCOM/DARU

Jakarta: Akselerator startup Digitaraya hasil kerja sama antara Google Developers Launchpad dan KIBAR yang diumumkan pada bulan Mei lalu, akhirnya berhasil menjaring dan membimbing delapan startup Indonesia.

Dalam perhelatan Digitaraya Demo Day 2018 yang digelar di kantor Google Indonesia, Digitaraya menampilkan tujuh startup lokal yang mewakili beberapa area industri yang dipilih Digitaraya.

Area industri tersebut adalah logistik, teknologi informasi, pendidikan, perawatan kesehatan, dan tidak ketinggalan adalah fintech. Ini sedikit berbeda dari target Digitaraya saat diumumkan beberapa bulan lalu.

Startup pertama adalah Expedito yang bergerak di bidang logistik untuk menyediakan layanan logistik ke luar negeri bagi UKM online di Indonesia. 

Kedua adalah Gelora di bidang informasi teknologi, yang ingin menyajikan platform untuk penyewaan sports venue, serta kesempatan bagi pengelola sport venue memperoleh penghasilan.

Startup ketiga adalah Arkademy, menyediakan platform online learning bagi sekolah vokasi atau menengah kejuruan di bidang jurusan IT yang kurikulumnya disediakan oleh kontributor dan mentor berlatar belakang IT.

Di bidang pendidikan selain Arkademy juga ada Kinibisa yang menjadi platform informasi seputar perguruan tingi mulai dari jurusan, karir setelah lulus, termasuk pendaftarannya dan beasiswa yang tersedia.

Kemudian di bidang kesehatan ada dua startup peserta Digitaraya yang terdiri dari Riliv penyedia aplikasi konseling online dengan psikolog profesional berlisensi termasuk aplikasi guided meditation

Satu lagi adalah startup Redblood yang menjadi agregator informasi kegiatan donor darah terdekat dengan pengguna aplikasi atau pendonor dan acara apa saja yang menyediakan kegiatan donor darah.

Terakhir adalah startup Modal Rakyat yang memberikan jasa peer-to-peer lending bagi UKM pedesaan setingkat warung kelontong dan kios.

Tidak hanya mengumumkan tujuh startup yang berpotensi menerima dukungan pendanaan dan pengembangan dari investor yang menjadi rekanan Digitaraya, Digitaraya sendiri mengumumkan pembukaan Batch 2 Digitaraya yang pendaftarannya dibuka mulai Desember ini dan rangkaian kegiatan inkubatornya dimulai dari Februari 2019.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.