Apa Target Erajaya Tahun Depan?

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 20 Dec 2018 15:09 WIB
erajaya swasembada
Apa Target Erajaya Tahun Depan?
Konferensi pers Erajaya di Jakarta, Kamis 20 Desember 2018

Jakarta: Menjelang akhir 2018, Erajaya menggelar konferensi pers di Kembang Goela Jakarta, Kamis 20 Desember 2018.

Salah satu hal yang mereka sampaikan kepada beberapa wartawan yang menghadiri konferensi tersebut adalah target mereka untuk terus membangun toko dalam tiga tahun ke depan. Saat ini, Erajaya mengklaim telah memiliki 855 toko di seluruh Indonesia.

Lini bisnis Erajaya untuk penjualan ritel langsung ke konsumen memiliki beberapa entitas, seperti Erafone dan Urban Republic.

Mereka juga menggandeng vendor gadget untuk menghadirkan layanan khusus, seperti NVSA untuk Samsung, iBox untuk semua produk Apple, dan Mi Authoraized Store untuk Xiaomi.

Direktur Marketing dan Komunikasi Erajaya Group Djatmiko Wardoyo menyebutkan, disrupsi digital yang mendorong masyarakat membeli gadget secara online, tidak mengurangi jumlah konsumen yang telah terbiasa mencoba langsung membeli produk setelah mencoba secara langsung. Menurutnya, penjualan langsung masih menjadi bisnis utama Erajaya.

“Di Indonesia, penjualan online itu luar biasa. Namun, perlu diingat bahwa penetrasi pembayaran digital masih rendah,” kata Djatmiko. Ia melihat bahwa ini peluang Erajaya untuk menawarkan pengalaman tak terbatas kepada pelanggan.

“Kita tidak melawan online, tetapi kita kombinasikan. Kita juga ikut memasarkan produk secara online, tetapi prioritas utama kita tetap ritel fisik.”

Secara pendapatan, lini bisnis Erajaya untuk gadget punya kontribusi sekitar 92 persen dari ponsel. Sementara sisanya berasal dari aksesori. “Ada pertumbuhan dari aksesori, dan ada juga pertumbuhan dari perangkat IoT, yang sudah kita jual sejak tiga tahun lalu.”

Sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen, Erajaya juga menggelar acara EraVersary, yaitu undian berhadiah untuk 785 konsumen yang beruntung.

Mereka mendapatkan kesempatan mengikuti program ini dari setiap transaksi yang dilakukan di Erajaya, dengan nilai belanja minimum Rp1 juta.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.