Facebook Belum Pastikan War Room di Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 22 Oct 2018 17:41 WIB
facebook
Facebook Belum Pastikan War Room di Indonesia
Facebook War Room Brazil (Foto: Sam Levin)

Jakarta: Jelang  pemilihan umum di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Facebook mendirikan War Room di kantor pusatnya di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

War Room menjadi bagian dari solusi Facebook dalam mencegah interfensi terkait pemilihan umum, termasuk kesalahan informasi dan propaganda.

Hingga saat ini, War Room baru tersedia untuk diujicoba di wilayah Amerika Serikat dan Brasil. Disinggung menyoal kehadirannya di Indonesia, pihak Facebook mengaku belum mendapatkan informasi terkait dengan rencana kehadiran War Room di Indonesia.

"Belum tahu karena rollout-nya bergilir, saat ini masih di luar (Indonesia) dulu, dan belum ada percakapan untuk rollout di Indonesia karena masih ujicoba di Brazil," ujar Communication Lead Facebook Indonesia, Putri Dewanti.

Selain itu, Facebook juga mengaku belum dapat berkomentar lebih jauh terkait dengan program serta fitur yang berkenaan dengan pemilihan umum, terutama di Indonesia.

Putri menyebut hal ini masih dalam tahap perundingan dengan pihak lain di Facebook termasuk WhatsApp dan Instagram.

Sebagai informasi, War Room merupakan ruang dengan pengawasan tim khusus, yang didedikasikan Facebook untuk memantau pengguna jejaring sosial miliknya, guna menemukan dan mencegah tindakan yang bertujuan untuk mengacaukan pemilihan umum, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Namun Putri menyebut, untuk inisiatif terkait dengan pemilihan umum, salah satu fitur yang telah digulirkan Facebook di Indonesia sejak bulan Mei lalu, berbarengan dengan peluncuran global, meski hingga saat ini Facebook menyebut iklan ini belum digunakan oleh pihak terkait.

Fitur ini diharapkan membantu masyarakat membedakan iklan komersial dengan iklan yang didukung oleh partai politik tertentu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.