Baterai Meledak, Begini Penjelasan Samsung Soal Galaxy Note 7

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 09 Sep 2016 15:06 WIB
samsunggalaxy note 7
Baterai Meledak, Begini Penjelasan Samsung Soal Galaxy Note 7
Foto: AP Photo / Andy Wong

Metrotvnews.com: Samsung Galaxy Note 7 merupakan smartphone flagship yang menyita banyak perhatian, tetapi bukan karena kelebihannya.

Smartphone ini sedang menjadi bahan pembicaran setelah serangkaian laporan terkait meledaknya komponen baterai. Salah satu kasus terbaru muncul di Amerika Serikat, yang menyebabkan sebuah mobil ikut terbakar.

Terkait insiden ledakan yang cukup banyak dari seluruh dunia ini, Samsung akhirnya angkat bicara. Melalui situs resmi Samsung Inggris, mereka menyediakan halaman khusus untuk menjawab masalah ini.

Menurut Samsung, sudah ada 35 kasus baterai meledak yang dilaporkan via Customer Service. Di Korea Selatan terdapat 17 kasus, AS terdapat 17 kasus, dan 1 kasus dari Taiwan. Mereka menjelaskan bahwa terdapat masalah pada komponen baterai, yang biasanya jarang terjadi pada proses produksi pabrik.

“Berdasarkan investigasi, kami menemukan masalah di sel baterai,” kata Samsung. “Muncul panas berlebih yang dihasilkan sel baterai saat kutub positif dan negatif bersinggungan. Dan kesalahan ini sangat jarang terjadi dalam proses produksi.”

Tidak dijelaskan lebih jauh mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, bertemunya kutub positif dan negatif dalam komponen listrik pastinya menyebabkan korsleting listrik. Selain itu, Samsung juga menjelaskan, masalah baterai meledak tidak disebabkan oleh komponen lainnya, dan hanya muncul pada Galaxy Note 7.

Galaxy Note 7 merupakan ponsel flagship terbaru Samsung yang baru saja dirilis bulan Agustus kemarin. Dalam peluncurannya, Galaxy Note 7 memang tampil sangat menarik karena memiliki fitur dan spesifikasi yang lebih baik dari versi sebelumnya. Namun, karena insiden meledaknya baterai pada ponsel ini, Samsung harus menarik lebih dari 2,5 juta Galaxy Note 7.

Samsung terus berusaha menarik ponsel Galaxy Note 7 dari pasar. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut harus mengeluarkan dana hingga Rp13 triliun untuk menarik dan mengganti ponsel barunya ini di pasar.

Di Indonesia sendiri, berbagai situs e-commerce telah menghentikan sesi pemesanan ponsel Galaxy Note 7. Samsung Electronics Indonesia bahkan menawarkan kompensasi, untuk semua pelanggan yang telah memesan Galaxy Note 7.


(MMI)

Video /