Firefox Bakal Tandai Situs yang Pernah Diretas

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 24 Nov 2017 16:13 WIB
mozilla firefox
Firefox Bakal Tandai Situs yang Pernah Diretas
Mozilla sedang kembangkan fitur keamanan baru di Firefox.

Jakarta: Mozilla baru saja meluncurkan Firefox Quantum minggu lalu. Sekarang, mereka tengah mengembangkan fitur baru untuk membuat para penggunanya menjadi lebih aman. Mereka akan memeringatkan pengguna ketika mereka mengunjungi situs yang pernah diretas. 

Untuk mengembangkan fitur ini, Firefox bekerja sama dengan "Have I Been Pwned", situs tempat Anda bisa memeriksa apakah kredensial Anda pernah dicuri, seperti yang disebutkan oleh Engadget. Troy Hunt, ahli keamanan di balik situs tersebut mengonfirmasi kerja sama ini melalui Twitter.

"Ya, kami sedang melakukan hal hebat bersama @mozilla dan @haveibeenpawned," kata Hunt.

Fitur ini masih dalam tahap pengembangan awal. Namun, Anda sudah bisa mengunduhnya di GIthub dan memasangkanya pada Firefox jika Anda ingin mengujinya. Satu hal yang harus diingat adalah saat ini, fitur tersebut hanya bisa digunakan dalam Developer Edition. 

Saat ini, fitur baru tersebut masih sangat sederhana. Jika Anda mengunjungi situs yang tercatat pernah diretas dalam Have I Been Pwned, maka akan muncul notifikasi yang menyatakan, "Anda mengunjungi situs yang pernah diretas [nama situs]".

Anda tidak akan dilarang untuk mengunjungi situs tersebut, tapi peringatan ini akan memberitahukan pengguna bahwa situs yang mereka kunjungi pernah diretas. 

Hunt bekerja sama dengan Mozilla untuk membuat kode dari fitur ini meski dia tidak yakin bagaimana cara kerja fitur ini nantinya. "Firefox hanya melihat situs apa saja yang pernah diretas dan kami sedang berdiskusi tentang cara untuk menggunakan data tersebut di masa depan," kata Hunt.

"Mereka memiliki jangkauan yang luas dan menampilkan informasi ini di Firefox adalah cara yang baik untuk mengekspos tentang pencurian data."

Meski fitur ini berguna bagi para pengguna, situs yang pernah diretas mungkin tidak akan senang dengan fitur baru ini, mengingat mereka akan terus diingatkan akan kegagalan mereka di masa lalu. Namun, jika digunakan dengan benar, fitur ini bisa membantu konsumen untuk tahu bahwa sudah waktunya mereka mengganti password yang mereka gunakan.

Melalui Twitter, Hunt menyebutkan bahwa sejauh ini, para pengguna menanggapi kabar ini dengan antusiasi. "Wow, terkejut dengan masukan positif yang kami dapat dari proyek ini. Saya jadi semangat."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.