Agresif di Industri AR dan VR, HTC Investasi di 80 Startup

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 30 Nov 2017 08:27 WIB
htcvirtual reality
Agresif di Industri AR dan VR, HTC Investasi di 80 Startup
Tidak hanya smartphone, HTC juga berfokus di perangkat VR lewat HTC Vive.

Jakarta: Teknologi AR dan VR mulai populer, tapi pemanfaatan teknologi tersebut masih belum cukup matang. HTC yang juga fokus di industri tersebut semakin agresif mencari startup terbaik di bidang AR dan VR.

Meskipun sejauh ini AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) masih lebih sering dijumpai dalam konten hiburan, banyak pelaku industri tersebut yang ingin memanfaatkan teknologi masa depan ini di berbagai bidang.

Dilaporkan oleh Venture Beat bahwa HTC terhitung sejak Juli 2016 sudah mendanai 80 startup di berbagai dunia yang mengembangkan AR dan VR. Angka total tersebut diperoleh setelah kemarin HTC mengumumkan 26 startup menerima investasi dari HTC.

Penerimaan investasi tersebut merupakan bagian dari program akselerasi startup HTC bernama Vive X, yang mendorong pencarian produk dan bakat terbaik dibidang AR dan VR. Tidak hanya di Amerika Serikat, program ini juga sudah digelar di Asia.

"Fokus kami adalah menghapus kendala atau tantangan yang ditemukan di industri AR dan VR serta meningkatkan penggalaman pengguna kedua teknologi itu. Kali ketiga program Vive X kami mencari bakat terbaik dan tim yang mengembangkan teknologi tersebut di bidang enterprise, kesehatan, dan pendidikan," tutur Vice President HTC Vive Mark Metis.

Salah satu startup terbaik yang menerima investasi HTC adalah startup Neurable yang menciptakan AR dan VR tidak memerlukan perangkat kendali di tangan jadi pengoperasian teknologi tersebut berdasarkan perintah di dalam otak manusia dan bisa terbaca oleh perangkat AR dan VR.

Meskipun cukup agresif, pada ajang belanja online di Amerika Serikat beberapa hari lalu, penjualan perangkat VR HTC Vive masih kalah jauh dibandingkan perangkat Sony PlayStation VR.


(MMI)