Pulang dari Silicon Valley, Startup Indonesia Berbagi Pengalaman

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 08 Mar 2018 13:26 WIB
google
Pulang dari Silicon Valley, Startup Indonesia Berbagi Pengalaman
Bersama Google, Kulina berbagi pengalaman dan ilmu dari Launchpad Accelerator kepada startup di Indonesia.

Jakarta: Kulina berbagi pengalaman mereka berkunjung ke Sillicon Valley dalam rangka mengikuti pelatihan di Lauchpad Space, San Francisco. Kulina menjadi startup terpilih untuk mengikuti Google Launchpad Accelerator ke-5 dari Indonesia.

“Sebuah pengalaman yang mungkin hanya sekali seumur hidup untuk bisa mendapatkan bimbingan dari para mentor dan Googlers dari seluruh dunia, belajar di kelas yang sama dengan para startup lain yang bahkan sudah menyandang gelar unicorn," ujar CEO dari Kulina Andy Fajar Handika.

Kesempatan ini disebut Andy sangat menginspirasi tidak hanya bagi Kulina maupun seluruh tim yang ada. Melalui kesempatan mengikuti Launchpad Accelerator, Andy turut mengungkap harapannya untuk dapat memberikan dorongan positif bagi ekosistem startup Indonesia.

Tim Kulina berkesempatan bekerja dengan spesialis produk sekitar 30 tim dari seluruh Google. Selain itu, Kulina juga mendapatkan bimbingan dari sejumlah perusahaan dan Venture Capital teknologi kenamaan dari berbagai wilayah selama dua minggu.

Kulina mengungkap akan terus bekerja sama dengan Google, setelah ajang Launchpad Accelerator selesai, guna membagikan kembali ilmu yang diperolehnya dari ajang tersebut kepada startup lainnya di Indonesia.

Sebagai informasi, Google Launchpad Accelerator merupakan program pelatihan dengan mentor dan akses ke pakar Google, serta peluang untuk memperoleh pendanaan USD50.000 tanpa hak kepemilikan, kredit produk, dan akses lengkap ke rangkaian inisiatif dan koneksi milik Google Launchpad.

Selain itu, program Launchpad Accelerator juga merupakan satu dari sejumlah inisiatif yang dicetuskan dan dijalankan Google, dengan tujuan untuk memicu dan mempertahankan minat generasi baru di Indonesia dalam hal pengembang, pengusaha, dan inovator.

Sementara itu, program ini turut menjadi bagian dari komitmen Google untuk melatih lebih dari 100.000 developer mobile Indonesia sebelum tahun 2020. Komitmen ini juga untuk membantu proses transformasi Indonesia untuk menjadi kekuatan digital regional.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.