Ada Malware Penambang Uang Kripto di Smart TV

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 07 Feb 2018 12:44 WIB
cyber security
Ada Malware Penambang Uang Kripto di Smart TV
Software cryptomining atau menambang uang digital menjadi cara baru bagi penjahat siber memperoleh penghasilan.

Jakarta: Pengguna ponsel Android dan SmartTV harus berhati-hati. Dilaporkan ada malware cryptominer atau penambang uang kripto yang bisa menyerang kedua perangkat tersebut, sebelumnya hal ini hanya menyerang PC.

Dikutip dari ZDNet, firma keamanan siber 360NetLab menemukan malware bernama ADB.Miner. Malware ini masuk menggunakan TCP port 5555 yang digunakan dalam koneksi internet dan antarmuka ADB debuh interface yang ada di ponsel Android dan Smart TV berbasih Android.

Karena malware ini jenis worm, maka serangan ini bisa menjalar masuk ke perangkat lainnya yang terhubung dengan perangkat yang sudah lebih dulu terjangkit ADB.Miner. Celah TCP port 5555 biasanya bersifat tertutup rapat. Tidak diketahui sejak kapan jalur tersebut bisa dibobol dan memiliki celah keamanan.

Alhasil saat sebuah perangkat terjangkit ADB.Miner, serangan tersebut secara otomatis akan mencari perangkat lain yang terhubung. Sejauh ini menurut perusahaan keamanan asal Tiongkok tersebut ponsel Android dan SmartTV berbasis Android masih menjadi perangkat yang paling banyak terjangkit ADB.Miner.

Namun, mereka tidak mau menyebutkan model perangkat atau merek apa yang sudah terjangkit. 360NetLab hanya mengatakan  serangan ini sudah meluas di daratan Tiongkok dan Korea Selatan terhitung sejak ditemukan pada 31 Januari 2018.

Setiap 24 jam ada 5.000 perangkat yang terjangkit serangan ini. Dalam pemindaian yang dilakukan, ADB.Miner dideteksi ditanamkan malware lain berupa botnet Mirai. Botnet ini cukup berbahaya karena menargetkan ambil alih kendali perangkat IoT untuk menyusupi serangan DDoS.

Untuk jenis mata uang kripto yang diraup dari serangan ini adalah Monero namun bukan berarti jenisnya tidak bisa bertamabah. Tren serangan semacam ini mulai populer.

Penjahat siber tidak lagi memperoleh penghasilan lewat serangan ransomware, melainkan diam-diam menyusup ke perangkat dan memanfaatkannya sebagai tambang uang kripto.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.