Ada 1,2 Juta Pengguna Gadget Terserang Malware dari Situs Porno

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 06 Feb 2018 12:27 WIB
smartphonecyber security
Ada 1,2 Juta Pengguna Gadget Terserang Malware dari Situs Porno
Ponsel pintar menjadi gadget yang paling sering digunakan untuk mengakses konten porno atau konten dewasa.

Jakarta: Ada banyak alasan bagi Anda untuk tidak mengakses situs porno. Tidak hanya situs porno mengandung konten negatif, situs-situs tersebut juga bisa membahayakan gadget Anda saat Anda mengaksesnya.

Belum lama ini, perusahaan keamanan Kaspersky Lab mengumumkan temuan bahwa selama tahun 2017, ada lebih dari 1,2 juta pengguna perangkat mobile yang berhadapan dengan malware yang tersembunyi di situs porno atau konten dewasa.

Kaspersky Lab menemukan bahwa penjahat di dunia maya kerap menggunakan konten dewasa dalam aktivitas mereka untuk mempermudah mereka mendapatkan akses ke perangkat korban. Ditemukan ada 23 jenis malware yang bersembuyi di balik konten porno atau dewasa.

Salah satu jenis malware yang paling banyak ditemukan adalah Clicker. Gadget yang terinfeksi Clicker secara otomatis akan mulai mengklik tautan iklan atau mencoba membuat korban berlanggan WAP sebagai cara untuk menguras kredit seluler prabayar atau pulsa korbannya.



Selain Clickers, Kaspersky Lab juga menemukan banyak malware Trojan Perbankan yang menyamarkan diri sebagai pemutar video porno. Trojan tersebut menjadi jenis malware berkedok pornografi terbesar kedua.

Ransomware juga merupakan jenis malware yang kerap ditemukan di konten porno atau konten dewasa. Ransomware tesrebut menggunakan taktik scareware yaitu mengunci layar perangkat dan menunjukkan pesan yang menyatakan bahwa konten ilegal telah terdeteksi pada perangkat serta perangkat telah dikunci.

"Korban yang terkena infeksi program berbahaya dari konten dewasa kemungkinan akan berpikir dua kali sebelum melaporkan kejadian tersebut karena mereka khawatir akan mendapatkan pandangan negatif karena mengakses konten porno," kata ahli keamanan di Kaspersky Lab Roman Unuchek.

Menurut Unuchek, tidak heran apabila penjahat dunia maya lebih memilih melancarkan serangannya  lewan konten porno atau dewasa. Alasan lain kriminal siber sering menyelipkan malware pada konten dewasa adalah karena serangan memiliki kemungkinan besar berhasil mengingat banyak orang yang mengakses konten tersebut lewat ponsel.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.