CEO City Union Akui Bank Dibobol Hacker

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Feb 2018 12:36 WIB
cyber security
CEO City Union Akui Bank Dibobol Hacker
Ilustrasi. (Huffington Post)

Jakarta: City Union Bank di India mengatakan bahwa "kriminal siber" telah meretas sistem mereka pada hari Minggu.

Mereka menyebutkan, para kriminal tersebut mentransfer uang senilai hampir USD2 juta (Rp27,1 miliar) melalui pengiriman palsu ke peminjam di luar negeri via platform SWIFT. 

Laporan ini muncul setelah sebuah badan peminjam kecil mengungkap bahwa mereka telah menemukan "peminjaman palsu" yang dikirimkan melalui bank rekanan ke akun-akun di Dubai, Turki, dan Tiongkok, lapor Reuters.

CEO N. Kamakodi menyebut hal ini sebagai "konspirasi" yang melibatkan beberapa negara. Selain itu, sang peminjam juga menyebutkan bahwa mereka sedang menyelidiki bagaimana hal ini bisa terjadi. 

"Ini adalah serangan siber yang dilakukan oleh kriminal siber internasional," kata Kamakodi pada Reuters melalui telepon.

Dia menambahkan, sejauh ini mereka belum menemukan bukti keterlibatan staf bank. Namun, terlihat jelas bahwa pemegang akun merupakan bagian dari konspirasi ini.

Kabar ini muncul setelah Punjab National Bank mengumumkan minggu lalu bahwa mereka telah menjadi korban penipuan dengan total kerugian USD1,7 miliar (Rp23 triliun). Penipuan tersebut diduga terjadi karena adanya peminjaman uang ilegal dari karyawan bank. 

Pada hari Sabtu, City Union berkata bahwa mereka berhasil memblokir salah satu pengiriman uang ilegal senilai USD500 ribu (Rp6,8 miliar) yang dikirimkan melalui akun Standard Chartered Bank di New York ke peminjam di Dubai.

Transfer kedua senilai EUR300 ribu (Rp5 miliar) dikirimkan melalui akun Standard Chartered Bank di Frankfurt ke akun di Turki, meski peminjam asal Turki telah memblokir transfer tersebut. Transfer ketiga senilai USD1 juta (Rp13,5 miliar) melalui akun Bank of America di New York ke bank asal Tiongkok. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.