Afganistan Batal Blokir WhatsApp dan Telegram

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 07 Nov 2017 10:34 WIB
whatsapptelegram
Afganistan Batal Blokir WhatsApp dan Telegram
Afganistan batal memblokir WhatsApp dan Telegram.

Metrotvnews.com: Minggu lalu, muncul laporan pemerintah Afganistan ingin memblokir aplikasi terenkripsi, WhatsApp dan Telegram.

Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi telah mengirimkan surat untuk kedua perusahaan itu, meminta mereka untuk memblokir aplikasinya. Salinan dari surat itu dengan cepat beredar di media sosial. 

Rencana pemerintah itu membuat masyarakat protes dan membuat sebagian orang mempertanyakan kebebasan masyarakat untuk berekspresi. Namun, Reuters melaporkan, pemerintah Afganistan kini telah menyatakan bahwa mereka tidak akan memblokir WhatsApp atau Telegram. 

Baik Chief Executive Afghanistan, Abdullah dan wakil juru bicaranya membuat kicauan yang menyebutkan bahwa WhatsApp dan Telegram tidak akan diblokir setelah Abdullah bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani. 
 
Sekarang, masalah pemblokiran ini memang telah terselesaikan. Namun, masih belum diketahui badan pemerintah apa yang ingin memblokir kedua layanan pesan tersebut. Meskipun Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi adalah pihak yang mengirimkan permintaan pada Telegram dan WhatsApp, seorang narasumber New York Times menyebutkan bahwa National Directorate of Security, badan intelijen Afganistan, adalah pihak yang sebenarnya ingin melakukan pemblokiran. 

Alasan memblokir WhatsApp dan Telegram beragam, mulai dari rasa kekhawatiran akan keamanan sampai kualitas layanan dari kedua aplikasi tersebut.

Tidak peduli apa alasannya, banyak orang yang memprotes rencana pemerintah. Grup aktivis kebebasan berbicara di Afganistan menyebutkan bahwa langkah pemblokiran ini merupakan tindakan tirani. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.