AdAsia: Kecerdasan Buatan Bisa Perkuat Pemasaran

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 07 Dec 2017 16:57 WIB
teknologikecerdasan buatan
AdAsia: Kecerdasan Buatan Bisa Perkuat Pemasaran
AdAsia terfokus untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan pada solusi yang ditawarkannya.

Jakarta: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menghadirkan potensi besar untuk memudahkan proses analisa data di berbagai industri, termasuk pemasaran. Hal tersebut turut disadari oleh AdAsia.

"AdAsia berupaya menerapkan teknologi AI di berbagai solusi untuk berbagai industri, termasuk pemasaran sebagai ranah pertama yang dirambah perusahaan kami. AI sangat membantu mendukung pemasaran digital yang kian menjadi tren di berbagai  negara, termasuk Indonesia," ujar Co-Founder dan CEO AdAsia Holdings Kosuke Sogo.

Sogo menyebut, pemanfaatan AI mampu membantu perusahaan menghadirkan solusi lebih baik untuk klien di bidang pemasaran, meski harus didukung oleh data.

Pemanfaatan data yang dianalisis AI dan teknologi pembelajaran mesin disebut Sogo mampu proses analisis lebih cepat dan sederhana, sehingga iklan milik klien akan lebih tepat sasaran.

Penerapan AI menjadi hal yang tengah difokuskan AdAsia dalam pengembangan solusi miliknya. AdAsia juga berharap di masa mendatang dapat memanfaatkan AI untuk mendeteksi artikel yang sesuai untuk menampilkan iklan dari klien yang dibantunya, terutama iklan dalam bentuk video.

Sebab iklan berformat video, jelas Country Manager AdAsia Holdings Indonesia Lidyawati Aurelia, tengah mulai menjadi alat pemasaran yang semakin banyak dipilih. Hal tersebut bergeser dari iklan berformat native ad yang sebelumnya lebih banyak dipilih perusahaan dan brand.

Tidak hanya video, pergeseran tren format iklan juga mengarah pada pemanfaatan tokoh yang berpengaruh atau influencer, baik berskala besar maupun kecil. Peluang yang dihadirkan oleh pergeseran tersebut dimanfaatkan AdAsia melalui produknya yaitu AdAsia Video Network dan CastingAsia.

Selain terfokus untuk menghadirkan AI pada produknya, AdAsia juga berencana untuk menghadirkan platform marketplace sebagai penjembatan antara influencer dan perusahaan serta merek. Selain itu saat ini, AdAsia mengaku juga tengah terfokus untuk memperluas cakupannya di wilayah Asia Pasific.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.