Bos Quipper Wakili Indonesia dalam GET Expo and Summit

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 07 Dec 2017 13:45 WIB
teknologi
Bos Quipper Wakili Indonesia dalam GET Expo and Summit
Country Manager Quipper Indonesia, Takuya Homma saat hadir di GET Summit and Expo.

Jakarta: Founding Member dan Country Manager Quipper Indonesia, Takuya Homma diundang sebagai pembicara dalam acara Global Education Technology (GET) Summit and Expo 2017 yang diadakan di Beijing bulan lalu.

Dalam acara tersebut, Homma memiliki kesempatan untuk berbicara tentang pengalamannya dalam melakukan ekspansi Quipper di Asia Tenggara. GET Summit and Expo dibuat sebagai ajang untuk mempetemukan pelaku industri teknologi edukasi atau edutech untuk saling berbagai pengalaman dan solusi.

Bulan lalu, acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta, termasuk perusahaan internet raksasa asal Tiongkok Tencent, Harvard Business School, EduSpike, Steve Jobs School, dan EduLab. Selain itu, beberapa startup yang telah menjadi unicorn -- memiliki valuasi lebih dari USD1 juta (Rp13,5 miliar). 

Acara yang diadakan 3 hari di Beijing itu fokus pada topik seperti kecerdasan buatan atau AI, ekspansi global dan cara untuk memotivasi siswa agar mereka mau untuk terus belajar.

Sementara itu, bersama dengan perusahaan edutech Topica dan Yola, Homma membahas tentang pentingnya melakukan lokalisasi konten.

Selain itu, mereka juga membahas tentang kolaborasi dengan pemangku kepentingan di industri. Ketiganya juga menjelaskan tentang alasan kesuksesan Quipper, Topica dan Yola di negara-negara tempat mereka beroperasi. 

“Saat ini layanan berbayar Quipper telah digunakan oleh setengah juta pelanggan di dunia. Angka ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan menunjukkan potensi besar yang dimiliki Asia Tenggara, terutama Indonesia," kata Homma.

"Kami percaya Quipper dapat menjadi jembatan bagi para praktisi pendidikan untuk bekerjasama dan berkolaborasi sehingga dapat menjawab tantangan pendidikan.”

Di dunia, Quipper memiliki lebih dari 4 juta siswa yang terdafatar. Ke depan, mereka juga ingin melakukan kolaborasi dengan guru sekolah dan pemerintah, termasuk 50 dinas pendidikan di Indonesia. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.