Eric Schmidt Mundur dari Jabatan Penting Alphabet

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 22 Dec 2017 15:59 WIB
google
Eric Schmidt Mundur dari Jabatan Penting Alphabet
Eric Schmidt memutuskan turun dari jabatannya sebagai Executive Chairman di Alphabet. (AFP PHOTO / BERTRAND GUAY)

Jakarta: Eric Schmidt, eksekutif Google yang bergabung dengan perusahaan pencarian itu pada 2001, akan mengundurkan diri sebagai Executive Chairman dari Alphabet, perusahaan induk Google, pada bulan Januari. 

Schmidt akan mengambil peran sebagai "penasehat teknis", meski Google tidak menjelaskan apa saja tanggung jawabnya nanti. Dia tetap menjadi bagian dari dewan direktur Alphabet. Perusahaan juga menyebutkan, mereka akan mencari chairman non-eksekutif sebagai anggota dewan, lapor CNET

Schmidt mengambil keputusan ini setelah mendiskusikannya dengan dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin serta CEO Google, Sundar Pichai.

"Larry, Sergey, Sundar dan saya percaya bahwa ini adalah waktu yang tepat dalam evolusi Alphabet untuk perubahan ini," kata Schmidt dalam pernyataan resmi, menambahkan bahwa baik bisnis utama maupun proyek percobaan Alphabet kini berjalan dengan mulus.

"Dalam beberapa tahun belakangan, saya telah menghabiskan banyak waktu saya dalam masalah sains dan teknologi, juga filantropi dan saya berencana untuk memperluas pekerjaan saya."

Perubahan peran Schmidt menjadi awal dari era baru dalam evolusi Google, yang Page dan Brin dirikan ketika mereka masih menjadi mahasiswa di Stanford pada 1998.

Ketika Schmidt, yang merupakan mantan CEO dari perusahaan pembuat software Novell, bergabung dengan Google, perusahaan itu memiliki kebudayaan yang cenderung santai, mencerminkan bahwa ia adalah perusahaan yang didirikan oleh mahsiswa. 

Ketika Schmidt menjadi CEO, Google berkembang dan tidak hanya fokus pada bisnisnya sebagai mesin pencari, tapi juga mulai masuk ke industri lain, seperti perangkat mobile dan video online. Selain itu, budayanya juga berubah, mencerminkan kesuksesan finansialnya. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.