DAM Bangun Ekosistem Fintech untuk Cashless Society

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 21 Dec 2017 17:41 WIB
teknologi
DAM Bangun Ekosistem Fintech untuk Cashless Society
Managing Director Digital Artha Media Corporation (DAM) Fanny Verona.

Jakarta: DAM mengumumkan kesiapannya untuk mendukung rencana pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai negara pemanfaat teknologi pembayaran tanpa menggunakan yang tunai. Hal tersebut karena DAM melihat tingkatkan adopsi smartphone yang kian meningkat.

"Kami ingin jadi fintech enabler dan membangun ekosistem fintech di Indonesia supaya bisa mendorong pertumbuhan generasi muda yang lebih baik," ujar Managing Director Digital Artha Media Corporation (DAM) Fanny Verona.

Dukungan terhadap pembangunan ekosistem fintech tersebut juga dinilai perempuan yang akrab disapa Fanny tersebut dapat mendorong transparansi transaksi yang terjadi di Indonesia. Hal tersebut berpeluang membantu mengawasi dan mencegah terjadinya korupsi di masyarakat.

Dukungan tersebut salah satunya dihadirkan melalui sejumlah solusi yang ditawarkannya termasuk solusi hasil kerja sama dengan Bank Mandiri, Mandiri e-Cash. Selain itu, dukungan tersebut juga berkat penilaian fintech sebagai lahan inovasi baru di masa depan.

Menurut Fanny, Indonesia sangat mungkin until menjadi negara dengan aktivitas transaksi tanpa uang tunai di masa depan, setelah ekosistemnya sudah siap. Ekosistem yang belum mendukung menjadi hambatan utama dalam mewujudkan cashless society tersebut.

Selain itu, Fanny juga menyebut saat ini kompetitor utama fintech bukanlah instansi perbankan atau fintech lainnya. Kompetitor utama fintech adalah uang tunai dan ketergantungan masyarakat terhadap transaksi menggunakan uang tunai.

Komitmen membangun ekosistem fintech tersebut, lanjut Fanny, membuka peluang bagi DAM untuk bekerja sama dengan pihak lain, baik dari pihak Mandiri maupun pihak ketiga. Meskipun demikian, hingga saat ini DAM belum berencana untuk bekerja sama dengan pihak lain, selain mitranya saat ini yaitu Line Pay dan Mandiri e-Cash.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.