3 Tahun, Tiongkok Sudah Blokir 13 Ribu Situs

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 25 Dec 2017 11:32 WIB
internettiongkok
3 Tahun, Tiongkok Sudah Blokir 13 Ribu Situs
Pemerintah Tiongkok sangat ketat memantau akses internet di negaranya.

Jakarta: Pemerintahan Tiongkok dikenal sangat menjaga kedaulatan negaranya, termasuk di dunia digital. Memberlakukan kebijakan pengawasan yang dikenal The Great Firewall, mereka berhasil menutup lebih dari 13 ribu situs.

Dikutip dari Reuters, lebih dari 13 ribu situs dan 10 juta akun media sosial telah ditutup dalam kurun waktu 3 tahun yakni sejak 2015. 

Langkah ini berangkat dari kemenangan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang kemudian oleh banyak pihak oposisi dianggap sebaga cara partai berkuasa di negara tersebut menekan lawan atau mereka yang mengkritisi pemerintahannya.

Di sisi lain, argumen yang dilontarkan oleh pemerintah Tiongkok juga tidak salah. Mereka menyatakan langkah ini termasuk cara negara mengontrol dan menjaga kedaulatannya di dunia digital. 

Pihak pemerintahan sendiri menyebutkan 90 persen orang warganya yang mengikuti survey tentang hal ini sangat mendukung langkah tersebut. Setidaknya 63,5 persen percaya bahwa cara itu mengurangi peredaran konten negatif dan berbahaya di internet.

Di dunia, kebijakan Tiongkok terkait pengawasan dan kendali penuh atas lalu lintas internet di negaranya menjadi perdebatan. Akibat pelarangan layanan internet dari luar masuk ke dalam Tiongkok membuat banyak bisnis asing juga kesulitan beroperasi di Tiongkok.

Pada Jumat kemarin, 22 Desember 2017, pemerintah Tiongkok kembali menjatuhkan hukuman ke pria yang menyediakan layanan VPN (Virtual Private Networks). VPN sebagai pintu mengakses situs yang diblokir oleh pemerintah setempat dan sudah sejak lama dipergunakan oleh bisnis dan warga negara asing yang berada di Tiongkok.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.