Situs Streaming Anime Sempat Jadi Korban Serangan Siber

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 06 Nov 2017 12:43 WIB
cyber security
Situs Streaming Anime Sempat Jadi Korban Serangan Siber
Cruncyroll sempat menjadi korban serangan siber. (Swaps4 via Kotaku)

Metrotvnews.com: Serangan siber pada situs-situs ternama bukanlah hal yang aneh. Situs layanan streaming anime, Crunchyroll baru saja menjadi korban serangan siber.

Pada tanggal 4 November, situs Crunchyroll mengalami masalah selama beberapa jam, setelah penyerang memasang halaman palsu yang mendorong pengunjung untuk mengunduh program "CrunchyViewer".

Jika pengguna Windows menjalankan program tersebut, ia akan memasang file svchost.exe. Kotaku menyarankan untuk menggunakan Windows Defender atau program lainnya untuk menghapuskan file jahat lain yang terpasang pada komputer jika Anda sudah terlanjur mengaktifkan program palsu tersebut. 

Menurut situs Customer Support Lead dari Crunchyroll, serangan malware ini terjadi pada pagi hari. Tim Crunchyroll berusaha mengatasi masalah ini secepat mungkin. 

Perusahaan induk Crunchyroll, Ellation telah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa penyerang berhasil mengambil alih dan mengendalikan konfigurasi Cloudfare perusahaan, yang biasanya berfungsi untuk mengarahkan trafik ke Crunchyroll.

Setelah itu, para penyerang justru mengarahkan trafik ke server lain yang mengandung malware. Untungnya, serangan ini adalah serangan yang terisolasi, ia menargetkan Cloudflare, tapi tidak situs Crunchyroll itu sendiri. Itu artinya, akun pengguna Crunchyroll masih aman. 

"File ini adalah malware yang secara langsung menargetkan pengguna Windows PC. Kami memblokir situs pada 6.00 PST sebagai pencegahan dan berhasil mengambil alih dan memulihkan konfigurasi layanan Cloudflare kami pada 9.00 PST. Layanan Curnchyroll pulih pada 9.30 PST," tulis Crunchyroll dalam pernyataan resmi.

"Kami mengidentifikasi serangan ini sebagai serangan terisolasi pada Cloudflare kami dan bukan pada Crunchyroll itu sendiri. Itu artinya, server kami masih aman dan tidak ada data pengguna kami yang bocor."


(MMI)