Google Satukan Semua Sistem Pembayaran Digital Jadi Google Pay

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 09 Jan 2018 12:02 WIB
google
Google Satukan Semua Sistem Pembayaran Digital Jadi Google Pay
Google menyatukan semua sistem pembayarannya ke Google Pay.

Jakarta: Google menyederhanakan sistem pembayaran digital mereka, menggabungkan semua metode pembayaran yang telah mereka sediakan sebelum ini menjadi satu sistem baru yang disebut Google Pay. 

Dalam sebuah blog post, Vice President of Product Management for Payments, Pali Bhat menjelaskan bahwa langkah yang Google ambil merupakan rebranding aplikasi yang telah ada dan bukannya mengubah produk atau teknologi yang telah Google luncurkan sebelum ini.

Dia berkata, dua produk yang akan dijadikan satu adalah Android Pay (platform pembayaran mobile milik Google) dan Google Wallet (aplikasi pembayaran P2P atau peer-to-peer). 

Nantinya, menurut TechCrunch, penggabungan Google Wallet dan Android Pay menjadi satu akan memudahkan proses pembelian dan pembayaran via Google.

Jika Anda menyimpan informasi pembayaran di akun Google Anda, Anda tidak perlu khawatir aplikasi apa yang Anda gunakan untuk melakukan pembayaran, karena semua itu berada di bawah Google Pay. 

"Dengan Google Pay, akan lebih mudah bagi Anda untuk memanfaatkan informasi pembayaran yang tersimpan di akun Google Anda, sehingga Anda bisa membayar dengan tenang," tulis Bhat.

"Dalam waktu beberapa minggu ke depan, Anda akan melihat Google Pay aktif, baik di toko atau di produk-produk Google, begitu juga ketika Anda hendak membayar teman."

Misalnya, ketika Anda hendak melakukan pembelian dari Google atau dari toko dan aplikasi rekan Google, Anda akan melihat metode pembayaran Google Pay sebagai opsi pembayaran. Beberapa rekan Google antara lain Airbnb, Dice, Fandango, HungryHouse dan Instacart. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.