CES 2018

Xavier, Prosesor Anyar NVIDIA untuk Mobil Otonom

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 08 Jan 2018 17:58 WIB
nvidiaautonomousces 2018
Xavier, Prosesor Anyar NVIDIA untuk Mobil Otonom
Xavier adalah SoC baru dari NVIDIA untuk mobil otonom.

Jakarta: NVIDIA baru saja mengumumkan SOC atau system on a chip baru untuk mobil otonom. Dinamai Drive Xavier, masing-masing SoC dilengkapi dengan 9 miliar transistor dengan CPU 8 core dan GPU 256 core yang didasarkan pada arsitektur Volta milik NVIDIA.

Xavier juga dilengkapi dengan komponen-komponen baru yang didesain untuk melakukan computer vision, deep learning dan pemprosesan video 8K. 

Seperti yang disebutkan oleh Venture Beat, semua ini akan menjadikan Xavier sebagai salah satu opsi terbaik yang ada bagi perusahaan yang ingin mengembangkan mobil otonom, mengingat tenaga komputasi adalah salah satu hal yang paling harus diperhatikan dalam pembuatan mobil otonom. 

Belakangan, NVIDIA memang menanamkan investasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan teknologi di bidang mobil otonom.

GPU bertanggung jawab atas komputasi yang diperlukan untuk melatih pembelajaran mesin. Karena itu, tidak heran jika NVIDIA menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk mengembangkan AI yang lebih baik dan lebih cepat. 

Xavier adalah program besar untuk NVIDIA. Untuk menyelesaikan proyek dengan nilai USD2 miliar (Rp27 triliun) tersebut, NVIDIA mempekerjakan 2.000 teknisi. NVIDIA berkata, Xavier bisa melakukan 30 triliun operasi per detik dan hanya mengonsumsi daya 30 watt, 15 kali lebih efisien dari arsitektur NVIDIA sebelumnya. 

CEO NVIDIA, Jensen Huang berkata, mengembangkan chip untuk mobil otonom adalah tantangan besar untuk NVIDIA. Dia juga berkata, Xavier adalah SoC terbesar yang pernah dibuat. Selain SoC untuk mobil otonom, NVIDIA juga memperkenalkan software untuk membuat aplikasi mobil otonom. 

Drive IX software development kit akan memudahkan para perusahaan untuk membuat asisten virtual yang bisa merespon atas kejadian yang terjadi di dalam ataupun di luar kendaraan.

Sementara Drive AR SDK dibuat untuk pengembangan antarmuka AR (Augmented Reality) untuk kendaraan. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.