Pengelola Password di Peramban Internet Rawan Pencurian Data

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 02 Jan 2018 14:40 WIB
cyber security
Pengelola Password di Peramban Internet Rawan Pencurian Data
Pilihan built-in login atau auto login biasa muncul pada saat melakukan proses login di sebuah situs lewat peramban internet.

Jakarta: Pernahkah Anda ditawarkan menyimpan password oleh peramban internet Anda saat login ke sebuah situs seperti Facebook? Apabila iya, sebaiknya Anda berhenti menggunakannya.

Fitur yang bernama password manager ini memudahkan Anda masuk ke berbagai situs yang biasa Anda kunjungi tanpa harus mengetik ulang password.

Fitur ini juga memudahkan Anda yang enggan mengingat password berbeda untuk setiap situs. Dilaporkan The Verge, fitur ini rupanya rawan terjadi pencurian data.

Penelitian di Princeton Center bidang Kebijakan Informasi dan Teknologi menemukan bahwa beberapa peramban internet memiliki celah pada fitur built-in login atau password manager yang bisa disusupi ektensi membuat aktivitas internet penggunanya terpantau.

Pada setiap peramban internet, tersedia ekstensi untuk fitur password manager. Ditemukan bahwa beberapa ekstensi tersebut rupanya memiliki kaitan dengan layanan peyedia iklan. Mereka bisa membaca aktivitas di internet dan menjejali Anda dengan iklan-iklan.

Setiap kali Anda memilih  menyimpan password atau auto login untuk setiap situs, maka penyedia iklan yang memasukkan ekstensi berbahaya ke peramban internet Anda. Mereka bisa langsung memantau aktivitas di situs tersebut dan mempelajari kebiasaan Anda.

Sejauh ini, penelitian yang dilakukan hanya menemukan ekstensi hanya memantau kebiasaan aktivitas Anda di internet. Namun, bukan tidak mungkin ke depannya ekstensi tersebut bisa mencuri data-data penting Anda lewat internet.

Oleh sebab itu, cara terbaik dan teraman adalah tetap mengandalkan ingatan Anda sendiri untuk setiap password. Selain itu, dengan membuat password yang berbeda untuk setiap situs setidaknya membuat data pribadi Anda yang tersimpan di internet jauh lebih aman.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.