Apple Daftarkan Paten Pengisian Daya Nirkabel Jarak Jauh

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 02 Jan 2018 17:46 WIB
apple
Apple Daftarkan Paten Pengisian Daya Nirkabel Jarak Jauh
Apple mendaftarkan paten pengisian daya nirkabel jarak jauh dengan fitur penjadwalan pengisian daya.

Jakarta: Apple mendaftarkan paten kepada US Patent and Trademark Office, ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan terkait pengisian daya nirkabel jarak jauh. Paten tersebut juga berbekal solusi penjadwalan pengisian daya.

Seperti biasanya, paten yang didaftarkan Apple menampilkan penjelasan secara umum, meliputi teknologi pengisian daya via kabel dan nirkabel. Namun, Apple terfokus pada teknologi pengisian daya dengan jarak jauh.

Selain solusi pengisian daya nirkabel jarak jauh, paten ini juga dijelaskan berbekal sistem penjadwalan pengisian daya unik. Sistem tersebut memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan pengaturan transfer pengisian daya nirkabel dengan urutan tertentu.

Sebagai contoh, pengguna dapat mengatur iPhone sebagai perangkat yang diisi dayanya terlebih dahulu, kemudian iPad dan Apple Watch. Sistem pengisian daya nirkabel jarak jauh Apple ini serupa sistem milik Energous WattUp, yang baru-baru ini menerima persetujuan FCC.

Namun solusi Energous WattUp tidak dibekali dengan fitur penjadwalan pengisian daya. Dokumen paten Apple menyebut teknologinya telah dikonfigurasikan untuk dapat mengirimkan daya secara nirkabel melalui tautan transfer daya nirkabel.

Dalam bagian kesimpulannya, dokumen paten tersebut menjelaskan bahwa sistem mungkin akan dilengkapi adapter dengan sejumlah port untuk memasok daya. Apple menyebut bahwa perangkat elektronik ini ditujukan untuk tujuan pengisian daya berbagai perangkat seperti telepon seluler, jam tangan cerdas, laptop, dan tablet.

Selain itu, dokumen ini juga menyebut bahwa adapter daya juga memasok daya menggunakan tautan kabel dan nirkabel. Apple mendaftarkan dua paten, satu yaitu pengisi daya nirkabel dengan fitur penjadwalan pengisian daya, lainnya mengeksplorasi perangkat pengisian daya nirkabel yang tersembunyi di dalam struktur lain, seperti furnitur, kendaraan dan lainnya.

Paten pertama didaftarkan pada tanggal 9 Juni 2017, dan paten kedua didaftarkan pada 1 Juni 2017. Kedua aplikasi tersebut diterbitkan beberapa hari lalu, tetapi belum mendapatkan izin dari badan regulasi berwenang.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.