Penculik Minta Tebusan Pakai Bitcoin

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 31 Dec 2017 12:21 WIB
bitcoin
Penculik Minta Tebusan Pakai Bitcoin
Kepopuleran bitcoin atau mata uang digital kripto lainnya memicu terjadinya tindakan kriminal di dunia nyata.

Jakarta: Beberapa waktu lalu pihak berwenang di Amerika Serikat memprediksi penggunaan bitcoin tidak hanya akan menjada daya tarik serangan siber. Benar saja, hal ini terjadi pada salah satu ahli cryptocurrency atau mata uang digital kripto.

Dilaporkan Engadget, beberapa hari lalu di Ukraina, seorang ahli cryptocurrency dan pejabat eksekutif perusahaan cryptocurrency Exmo bernama Pavel Lerner diculik oleh segerombolan pengguna topeng ski.

Lerner baru dibebaskan hari ini setelah para penculik memperoleh tebusan yang diinginkan, yaitu bitcoin senilai USD1 juta atau setara Rp13 miliar. Tentu saja hal ini menjadi perhatian tindakan kriminal meminta tebusan dalam bentuk mata uang digital kripto.

Diduga kuat, gerombolan penculik tersebut memahami nilai bitcoin sedang sangat tinggi. Selain itu, mereka mengetahui Lerner sosok penting di dunia dalam bidang cryptocurrency dan memegang kebijakan tersebut di Ukraina.

Lerner sendiri dibebaskan tanpa mengetahui siapa yang sudah membayarkan tebusan untuknya. Dia menduga ada pengguna bitcoin yang melakukannya. Lerner sendiri menjamin uang digital kripto di perusahaannya aman karena penculik tidak berhasil memperoleh data penting dan informasi dari Lerner.

Pihak Kepolisian Nasional Ukraina telah bergerak menangani kasus pertama mereka terkait bitcoin. Hal seperti ini diduga akan terjadi lebih banyak lagi ke depannya, seiring kepopuleran mata uang digital kripto.

Di Amerika Serikat. kejadian sama menimpa korban yang diketahui memiliki jumlah simpanan mata uang digital sangat banyak. Gerombolan penculik yang dipimpin Louis Meza memaksa korban mentransfer mata uang digital kripto senilai USD1,8 juta atau Rp24 miliar ke akunnya setelah diancam akan dibunuh.

Kepolisian New York, Amerika Serikat, beranggapan hal ini akan jadi tren baru. Tindak kriminal di dunia siber akan bersilangan atau bertemu dengan tindakan kriminal di dunia nyata dalam bentuk apapun. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.