Co-Founder Twitter Kembali Bergabung

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 19 May 2017 14:59 WIB
twitter
Co-Founder Twitter Kembali Bergabung
Co-founder Twitter mengumumkan kehadirannya kembali ke perusahaan jejaring sosial tersebut.

Metrotvnews.com: Biz Stone, satu dari tiga co-founder Twitter mengumumkan akan kembali ke perusahaan jejaring sosial tersebut. Pengumuman tersebut menyebabkan saham Twitter meningkat 1,25pc menjadi USD19,49 (Rp259 ribu).

Stone meninggalkan Twitter pada tahun 2011 lalu, setelah co-founder lain yaitu Jack Dorsey dan Ev Williams turun dari jabatan yang sebelumnya diemban pada grup tersebut. Dorsey meninggalkan Twitter pada tahun 2008, sementara Wiliiam hengkang dari posisi Chief Executive pada tahun 2011, dan menduduki jabatan non-eksekutif.

Setelah meninggalkan Twitter, Stone menjadi co-founder dan menjadi Chief Executive pada aplikasi pencarian Jelly Industries, yang dihadirkan Pinterest pada tahun ini. Stone juga membantu Williams dalam mendirikan platform penerbitan, Medium.

Melalui unggahan blognya di Medium, Stone menyebut akan kembali untuk bekerja sepenuhnya di Twitter mulai beberapa minggu mendatang. Stone juga menyebut tidak akan menggantikan siapapun di Twitter, namun akan membantu membentuk pengalaman secara internal sehingga dapat tersampaikan ke luar perusahaan.

Stone menyebut, fokus utamanya bergabung kembali ke Twitter untuk membantu memperkokoh budaya, energi dan kesan yang hadir di dalam perusahaan. Pengumuman tersebut beredar dua tahun setelah Dorsey kembali ke Twitter.

Dorsey kini menjabat sebagai Chief Executive, dengan tujuan untuk mengurangi kerugian yang dialami jejaring sosial tersebut, dan mendorong pertumbuhan serupa yang dialami oleh media sosial lain, seperti Facebook.

Kembalinya Stone disambut baik oleh Dorsey, yang disampaikan melalui akun Twitternya. Sementara itu, pada laporan keuangan kuartal pertama tahun ini, kerugian Twitter menyusut dari USD79,7 juta (Rp1,06 triliun) menjadi USD61,6 (Rp821 triliun).


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.