Tangkal Serangan Siber, Cyberinc Masuk Pasar Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 01 Aug 2017 13:43 WIB
cyber security
Tangkal Serangan Siber, Cyberinc Masuk Pasar Indonesia
Acara peluncuran solusi keamanan baru dari Cyberinc dan Blue Tower Technology.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gencarnya serangan kejahatan siber yang melanda dunia menimbulkan kekhawatiran bagi perusahaan. Ponemon Institute mencatat 81 persen serangan siber via malware terjadi melalui peramban.

Hal ini mendorong Cyberinc meluncurkan solusi keamanan menggunakan teknologi baru di Indonesia, hari ini, Selasa (1/8/17), di JW Marriot. Dalam pendistribusiannya di Indonesia, Cyberinc menggandeng Blue Power Technology.

“Indonesia menjadi salah satu pasar penting untuk ranah solusi keamanan sebab menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan adaptasi dan penggunaan internet pesat. Sayangnya, hal ini tidak diikuti dengan pengetahuan tentang pentingnya keamanan siber,” ujar Samir Shah, CEO Cyberinc.

Cyberinc menawarkan solusi keamanan bernama ISLA Web Malware Isolation System, yang diklaim tidak menggunakan metode tradisional. Samir menyebut, umumnya solusi keamanan siber yang tersedia saat ini masih menggunakan metode tradisional.

Metode tradisional yang dimaksud Samir yaitu mendeteksi dan merespons trafik yang beredar di jaringan sebagai trafik baik atau buruk. Metode tersebut dinilai masih berpeluang untuk ditembus oleh malware yang tidak terdeteksi.

Melalui solusi yang ditawarkannya, Cyberinc menghadirkan lapisan perlindungan pada jaringan internet pengguna, dan menampilkan situs yang diakses via browser dengan kode yang telah dirombak, namun tidak mengubah tampilan dan pengalaman penggunaan.

Tidak hanya dokumen dan teks, proses rendering ulang juga terjadi pada video dan foto, melalui teknologi bernama Pixel. Teknologi ini diklaim lebih aman, sebab malware yang disisipkan pada situs tidak dapat memasuki jaringan.

Malware tersebut diklaim akan disimpan di wadah khusus yang akan dihancurkan secara berkala. Proses rendering ulang tersebut dilakukan secara real-time, memungkinkan pengguna menikmati penjelajahan peramban tanpa merasakan perbedaannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.