Nokia Ingin Bantu Indonesia Temukan Konsep Smart City Tepat Guna

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 21 Apr 2017 17:34 WIB
nokia
Nokia Ingin Bantu Indonesia Temukan Konsep Smart City Tepat Guna
Head of Marketing & Corporate Affairs Nokia Asia Pasifik dan Jepang, Danial Mausoof.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penerapan konsep Smart City di Indonesia telah dilakukan di beberapa kota. Namun, penerapannya dinilai masih belum seragam dan memanfaatkan platform serupa, sehingga mendorong Nokia untuk membantu pemerintah dalam menemukan konsep yang sesuai.

“Saat ini pemerintah Indonesia belum memiliki fokus terkait Smart City secara keseluruhan. Jakarta dan Bandung memang punya konsep smart city sendiri, tapi belum konsep secara keseluruhan,” ujar Head of Marketing & Corporate Affairs Nokia Asia Pasifik dan Jepang, Danial Mausoof.

Nokia juga menilai Indonesia tergolong cukup siap untuk dapat menerapkan konsep smart city secara lengkap dan keseluruhan. Kesiapan ini juga didukung oleh keaktifan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan aplikasi untuk berinteraksi dengan perangkat mobile mereka.

Guna membantu Indonesia temukan fokusnya, saat ini Nokia tengah aktif berdiskusi dengan pihak pemerintah dan operator seluler. Hanya saja, Nokia menilai saat ini penerapan konsep smart city di Indonesia masih terkendala terkait regulasi spektrum.

Indonesia dinilai masih belum dapat menentukan spektrum yang akan dimanfaatkannya sebagai jaringan penghubung dalam penerapan solusi smart city. Sementara itu, kesiapan pemerintah Indonesia juga terlihat pada kehadiran layanan masyarakat melalui metode elektronik.

Layanan yang dihadirkan pemerintah ini masih menggunakan layanan masing-masing dan belum terintegrasi. Menurut Nokia, salah satu hal yang perlu difokuskan dalam konsep smart city ini adalah keamanan publik.

Selain itu, Nokia juga terfokus untuk membantu pemerintah dalam menambahkan nilai pada sejumlah sektor demi menghadirkan kenyamanan dan keamanan untuk masyarakat dengan memanfaatkan teknologi. Sektor yang tengah difokuskan Nokia saat ini adalah healthcare, keamanan publik, kendaraan terhubung, energi, dan transportasi.


(MMI)