Go Online, Siapapun Bisa Akses Tesis Stephen Hawking Soal Alam Semesta

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 23 Oct 2017 13:38 WIB
teknologisains
Go Online, Siapapun Bisa Akses Tesis Stephen Hawking Soal Alam Semesta
Stephen Hawking (sumber Associated Press)

Metrotvnews.com: Siapapun yang penasaran dengan teori tatanan alam semesta terbentuk karya seorang jenius Stephen Hawking kini bisadengan mudah membacanya secara online.

Dilaporkan oleh Mashable, tesis Stephen Hawking yang dibuat 50 tahun lalu dan tersimpan di University of Cambridge sudah bisa diakses oleh siapapun. Karya imiah Hawking sudah dimasukkan ke dalam sistem perpustakaan digital milik kampus tersebut.

"Harapan saya, orang-orang bisa terinspirasi dari karya saya. Mereka tidak lagi memandangi kaki saja tetapi juga melihat ke atas, membayangkan posisi manusia di alam semesta dan meneliti lebih jauh lagi," ungkap Hawking lewat sebuah pernyataan yang dibagikan.

Pihak kampus menyebutkan, karya Hawking yang dihasilkan pada tahun 1996 telah menarik banyak minat orang untuk mengaksesnya. Ada lebih dari 100 permintaan untuk mengakses karya fenomenal tersebut setiap bulannya. Bahkan beberapa bulan lalu ada lebih dari 100 permintaan untuk bisa mengunduh karya Hawking secara online.

Hawking sendiri akhirnya menyetujui untuk merilis karyanya dan bisa diakses secara online oleh siapapun tanpa terkecuali. Dia ingin agar para mahasiswanya juga melakukan hal yang sama, membagikan ilmunya termasuk para rekan-rekan seniornya, sebab kampus tersebut tercatat mewadahi 98 orang penerima penghargaan Nobel.

Perpustakaan University of Cambridge sendiri memang menyimpan banyak hasil karya jenius sepanjang masa, sebut saja karya-karya Isaac Newton dan Charles Darwin yang kini sudah bisa diakses secara online bagi siapapun.

"Siapapun dan kapanpun di dunia ini harus bisa mendapatkan akses gratis untuk karya-karya ilmiah terbaik selain milik saya. Tujuannya agar semua orang terinspirasi. Perlu diingat bahwa untuk menghasilkan karya-karya seperti itu dibutuhkan cara berpikir manusia di atas rata-rata," ungkap Hawking.

Dia mengingatkan bahwa setiap generasi manusia yang ada saat ini bertumpu pada bahu generasi sebelumnya yang telah tiada. Hawking pun mengaku bangga ketika mengetahui bahwa ada banyak orang yang berminat untuk mengakses dan mengunduh karya terbaiknya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.