Dorong Pengguna 2G ke 4G, Operator Harus Permudah Adaptasi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 05 Oct 2017 16:26 WIB
telekomunikasismartfren andromax
Dorong Pengguna 2G ke 4G, Operator Harus Permudah Adaptasi
Smartfren memperkenalkan Andromax Prime, smartphone berdesain feature phone

Metrotvnews.com, Jakarta: Usai meresmikan jaringan 4G di tahun 2015, pihak Smartfren mengira bahwa pengguna layanan telekomunikasi dan perangkat di jaringan 2G akan dengan sendiri berbondong-bondong beralih ke 4G.

Mereka mengaku salah. Smartfren sadar bahwa mereka harus mengalah dalam artian membujuk pengguna tersebut dengan cara yang pas. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, hari ini, Kamis (5/10/2017) di Jakarta, saat peluncuran smartphone terbaru mereka Andromax Prime.

Dia mengira, ketika 4G diperkenalkan sebagai jaringan layanan terbaru, semua orang di layanan 2G pun akan segera beralih ke layanan tersebut dan mencari smartphone dengan desain seperti saat ini.

"Ternyata enggak lho. Awalnya kita kira hanya di daerah yang bukan kota besar yang konsumennya seperti itu karena belum mengerti betul benefit dari 4G LTE, ternyata di Jakarta juga ada. Karena masih ada ya menurut Smartfren kita harus buat lagi strategi yang lebih pas untuk mereka ini yaitu lewat Andromax Prime. Smartphone yang desainnya seperti feature phone, tetapi sudah bisa mengakses layanan jaringan dan aplikasi 4G LTE," ungkap Merza.

Alasan yang menurut Merza mengganjal migrasi konsumen di jaringan dan perangkat 2G ke 4G LTE adalah soal harga. Merza menuturkan, banyak dari mereka yang beranggapan layanan dan perangkat 4G itu masih mahal.

Jadi, operator wajib mengemas layanan yang harganya lebih terjangkau. Perangkat juga sangat berpengaruh, apalagi bagi Smartfren yang aktif menggunakan hardware sebagai alat untuk menyajikan layanan mereka.

Ada hal lagi yang tidak boleh dilupakan, yakni kebiasaan para konsumen tersebut dalam menggunakan ponsel. Bayangkan saja, mereka yang terbiasa menggunakan feature phone harus beralih ke smartphone. Terbukti banyak sekali dari konsumen di jaringan dan perangkat 2G mengaku bahwa menggunakan smartphone saat ini lebih sulit dan repot.

Oleh sebab itu menurut Div Head of Device Sourcing and Management Smartfren, Hartadi Novianto, Andromax Prime dihadirkan untuk mempermudah konsumen tersebut beradaptasi. Sebuah smartphone dengan desain dan cara menggunakan serupa feature phone.

"Dari riset kami diperoleh beberapa alasan orang masih betah menggunakan feature phone terlepas dari alasan harga layanannya yang dianggap mahal dan boros. Pertama, feature phone tidak mudah rusak apabila jatuh, baterai yang terasa tidak cepat habis, budget terbatas, dan cara menggunakannya yang tidak sulit. Satu lagi yaitu anggapan bahwa kualitas suara panggilan jauh lebih jernih ketimbang smartphone," beber Hartadi.

Alasan yang dibeberkan memang sangat masuk akal bagi kalangan yang pernah merasakan feature phone dan berhasil beradaptasi dengan smartphone. Semua alasan itu pasti sempat terlintas di benak kita saat pertama kali menggunakan smartphone.

Baik Merza dan Hartadi menjelaskan rencana jangka panjang dari seri Andromax Prime, smartphone berdesain lawas ini akan dijadikan strategi jitu membujuk konsumen di jaringan dan perangkat 2G beralih ke 4G LTE.

Faktanya, menurut Merza dari 300 juta pelanggan layanan selular di Indonesia, hanya ada 68 juta yang menggunakan smartphone, berarti sisanya masih menggunakan feature phone atau setidaknya ponsel yang terbatas pada koneksi jaringan 3G.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.