Hacker Rusia Curi Dokumen Keamanan Siber NSA?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 06 Oct 2017 11:05 WIB
amerika serikatrusiacyber security
Hacker Rusia Curi Dokumen Keamanan Siber NSA?
Rusia dikabarkan bisa mencuri dokumen keamanan siber NSA. (AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)

Metrotvnews.com: Hacker asal Rusia dikabarkan telah mencuri dokumen terkait keamanan siber dari badan-badan Amerika Serikat.

Dokumen ini menjelaskan bagaimana mereka melindungi jaringan mereka dari serangan siber, bagaimana mereka menyerang jaringan negara lain, dan kode komputer yang mereka gunakan untuk itu, lapor Wall Street Journal

Narasumber menyebutkan, para hacker itu mendapatkan kode ini dari software keamanan buatan Kaspersky yang digunakan oleh seorang kontraktor NSA (Badan Keamanan Nasional,) yang membawa material rahasia darn NSA dan menyimpannya di komputernya.

Pencurian ini, terjadi pada 2015. Para narasumber menyebutkan bahwa informasi ini tidak hanya bisa membuat pemerintah Rusia tahu cara melindungi jaringan mereka dari NSA, tapi juga menyerang jaringan di AS.

NSA belum mengonfirmasi akan laporan ini, sementara Kaspersky Lab menyebutkan tidak pernah memberikan informasi atau bukti terkait kejadian ini, dan itu berarti, mereka bisa menduga bahwa ini adalah fitnah.

Meskipun software buatan Kaspersky diduga terlihat dalam pencurian dokumen penting ini, masih belum diketahui apakah perusahaan keamanan siber itu sadar akan serangan ini. Program antivirus biasanya memang mengirimkan data telematik ke server pusat. Mengingat Kaspersky berasal dari Rusia, bisa jadi, server pusat mereka memang ada di negara asalnya.

Transmisi data itu biasanya dienkripsi menggunakan SSL. Namun, jika hacker Rusia bisa menembus enkripsi itu, maka mereka bisa membaca dokumen rahasia NSA tanpa sepengetahuan Kaspersky atau sang kontraktor NSA.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.