Akui Sengaja Bikin iPhone Lambat, Apple Dituntut

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 23 Dec 2017 10:37 WIB
appleiphone
Akui Sengaja Bikin iPhone Lambat, Apple Dituntut
Apple dituntut karena memperlambat iPhone lama. (AFP PHOTO / PETER PARKS)

Jakarta: Apple dituntut setelah mengakui bahwa mereka memang menurunkan performa dari iPhone model lama agar ia bisa digunakan lebih lama. 

Pada hari Rabu, Apple mengatakan bahwa mereka memiliki algoritma untuk membantu iPhone bekerja secara optimal jika ponsel tersebut menggunakan baterai tua yang tidak bisa memenuhi tuntutan sistem.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir matinya iPhone lama secara mendadak dan memastikan ponsel tersebut berjalan dengan performa terbaik. 

Pengakuan Apple ini mendorong Stefan Bogdanovich dan Dakota Speas untuk menuntut mereka di California, tempat tinggal keduanya, lapor CNBC. 

Keduanya mengklaim bahwa Apple tidak pernah meminta izin mereka untuk "memperlambat iPhone mereka".

Kedua penuntut adalah pemilik iPhone 7 yang diluncurkan tahun lalu. Baik Bogdanovich dan Speas mengklaim ahwa mereka "mengalami gangguan ketika menggunakan iPhone mereka karena performa yang secara sengaja dibuat menjadi lebih lambat."

Dua orang tersebut juga meminta Apple untuk membayar denda karena tindakan Apple menyebabkan mereka mengalami "kerugian ekonomis dan kerugian lain dan mereka berhak mendapatkan kompensasi."

Bogdanovich dan Speas berusaha untuk membuat kasus ini mencakup semua orang di Amerika Serikat yang memiliki iPhone yang lebih tua dari iPhone 8. 

Sayangnya, Apple tidak menjawab ketika diminta berkomentar. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.