AS Semakin Sering Minta Data Pelanggan Apple

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Oct 2017 10:25 WIB
amerika serikatapple
AS Semakin Sering Minta Data Pelanggan Apple
Apple melaporkan, semakin banyak permintaan akses dari pemerintah. (Kena Betancur / Getty Images / AFP)

Metrotvnews.com: Menurut laporan transparansi Apple, perusahaan asal Cupertino itu mendapatkan lebih dari 30 ribu permintaan akses ke lebih dari 230 ribu perangkat buatannya selama semester satu 2017. Permintaan ini datang dalam bentuk Surat Keamanan Nasional dan juga permintaan di bawah Hukum Mata-Mata Intelijen Asing. 

Apple dan perusahaan-perusahaan besar lainnya hanya melaporkan perkiraan total permintaan akses mengingat pemerintah melarang mereka untuk memberikan angka pasti.

"Berdasarkan hukum, ini adalah informasi paling akurat yang boleh kami berikan," ujar Apple dalam laporannya, seperti yang dikutip dari Digital Trends.

Jumlah permintaan yang Apple dapatkan tahun ini meningkat 4 kali lipat jika dibandingkan dengan semester satu tahun lalu. Pada semester pertama 2017, dari 1 Januari sampai 30 Juni, Apple mendapatkan permintaan sebanyak sekitar 13.250-13.499 dari pemerintah Amerika Serikat. Permintaan akan akses itu memengaruhi sekitar 9.000-9.249 orang yang menggunakan perangkat Apple. 

"Memang, rekam jejak ini tidak banyak, tapi Anda sudah bisa membuat grafik. Tren menunjukkan kenaikan permintaan," ujar Andrew Cocker, Staff Attorney, Electronic Frontier Foundation. Perlahan tapi pasti, permintaan yang pemerintah ajukan pada perusahaan teknologi terus naik sejak 2014. Sayangnya tidak dijelaskan mengapa Apple terus mendapatkan permintaan perangkat yang semakin banyak. 

Perusahaan teknologi lain, seperti Facebook, Yahoo, dan Microsoft belum merilis laporan mereka. Google menyebutkan, mereka telah mendapatkan Surat Keamanan Nasional sekitar 0-499 surat yang meminta data dari sekitar 1.000-1.499 pengguna di semester pertama 2017.

Biasanya, Google memang menjadi sasaran pemerintah ketika mereka ingin mendapatkan data dari orang-orang tertentu. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.