Gunakan Gas Alam, Microsoft Ingin Ciptakan Server Hemat Energi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 02 Oct 2017 16:33 WIB
teknologi
Gunakan Gas Alam, Microsoft Ingin Ciptakan Server Hemat Energi
Microsoft Advanced Energy Lab di Seattle, tampak di bagian atas lemari server terdapat beberapa box yang merupakan perangkat eletrokimia pengubah gas alam menjadi energi listrik

Metrotvnews.com: Fungsi server sangat penting, sebab dia menjadi gudang data atau otak dari seluruh rangkaian teknologi yang terhubung ke berbagai belahan dunia. Di sisi lain, operasional sangat menghabiskan energi sehingga Microsoft menciptakan inovasi berupa server yang beroperasi tanpa tenaga listrik.

Seperti yang dilaporkan oleh The Oregonian, media yang bernaung di lokasi kantor Microsoft di Seattle, Amerika Serikat bahwa perusahaan teknologi tersebut berencana untuk tidak menggunakan sumber listrik dari bahan bakar fosil yang kini semakin langka dan mahal.

Microsoft memilih mengembangkan tenaga listrik yang berasal dari gas alam, sehingga lebih murah dan ramah lingkungan. Proyek tersebut bukan lagi rencana sebab Microsoft sudah melakukan uji coba pada data center mereka di Microsoft Advanced Energy Lab Seattle, yang menggunakan listrik dari alat elektrokimia dengan mengubah gas alam menjadi energi listrik.

Principal Microsoft Cloud Infrastructure and Operations, Sean James memiliki visi suatu hari nanti data center bisa beroperasi secara mandiri, tidak membebani konsumsi listrik kebutuhan penduduk. 

"Jadi kita bisa mengembalikan energi yang selama ini dikonsumsi untuk kebutuhan masyarakat yang lebih membutuhkannya. Kita berkontribusi terhadap kehidupan mereka. Konsepnya adalah kita buat mesin pembangkit elektrokimia tersebut dekat dengan data center, jadi tidak ada energi yang terbuang dan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan infrastruktur demi menghidupi sebuah data center," jelasnya.

Data dari Department of Energy Lawrence Berkeley National Laboratory disebutkan bahwa data center mengkonsumsi kira-kira 2 persen dari energi listrik yang dihasilkan oleh Amerika Serikat. James menyadari bahwa usaha Microsoft ini tentu saja akan memakan biaya, tapi dia optimistis setelah itu dampak positifnya akan sangat terasa.

"Nantinya Microsoft bisa memangkas biaya operasional data center termasuk perlengkapan yang dipergunakan untuk mengantisipasi apabila data center ikut terkena imbas ketika listik padam. KIta tahu bahwa awalnya memang kita akan sangat mengeluarkan modal banyak tetapi seiring konsep ini menjadi tren maka harga kosntruksinya juga akan murah," jelas James yang menyebutkan bahwa perusahaan teknologi lain yang juga memili data center mulai beralih untuk menggunakan tenaga yang hemat dan ramah lingkungan.

General Manager Microsoft Cloud Infrastructure and Operations, Christian Belady bahkan disebut memiliki impian yang lebih gila lagi yaitu ingin agar data center meghilang, dalam artian tidak lagi membutuhkan energi untuk operasionalnya. Dia menyadari bahwa hal itu masih sulit diwujudkan dan langkah kali ini adalah ide terbaik yang pernah ada.

"Rencana lebih panjang lagi kita ingin agar kita tidak hanya menghasilkan energi untuk kebutuhan opersional data center saja tetapi menyalurkan kepada masyarakat dan kota di lokasi kita berada," ungkapnya.

Proyek Microsoft yang bernilai USD3,4 miliar ini tidak hanya didanai sendiri, tetapi juga oleh pemerintah mereka. Meskipun ide ini cukup gila, tapi menurut Belady, pemerintah Amerika Serikat sangat menyatakan dukungannya atas ide penggunaan energi non fosil.


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /