Samsung Galaxy S9

Samsung Galaxy S9 dan S9+ Segera Terima Dukungan ARCore

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 23 Mar 2018 07:56 WIB
samsunggalaxy s9
Samsung Galaxy S9 dan S9+ Segera Terima Dukungan ARCore
Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+ segera menerima dukungan teknologi Augmented Reality ARCore.

Jakarta: Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+ akan menerima dukungan teknologi Augmented Reality Google dalam beberapa minggu mendatang, melalui update software. Sebelumnya, dukungan ARCore telah tersedia di perangkat Samsung lain seperti Galaxy S8, S8+ dan Note 8.

Informasi update tersebut dikonfirmasi oleh teknisi software dan sistem kamera Google Ian Muldoon. Penerimaan dukungan ini berarti pemilik Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+ akan dapat menikmati berbagai game dan aplikasi yang kompatibel dengan ARCore di Play Store.

Namun, game ini tidak termasuk game Tamagotchi baru Badai Namco, aplikasi belanja PotteryBarn dan Overstock, dan bahkan aplikasi eksperimen Line milik Google. Sejauh ini, perangkat Android yang resmi didukung ARCore termasuk smartphone karya Google yaitu Pixel, Pixel XL, Pixel 2 dan Pixel 2 XL.

Untuk perangkat Android lain, dukungan ARCore tersedia di Samsung Galaxy S8, S8+, Note 8, S7, dan S7 edge, serta LG V30 dan V30+ yang mengusung sistem operasi Android O, Asus ZenFone AR, dan OnePlus 5 dan 5T. Teknologi ini juga diujikan di berbagai ponsel lainnya, namun ponsel tersebut secara resmi belum mendukung teknologi tersebut.

Selain itu, sebagian besar ponsel tersebut dilaporkan pasti mengalami permasalahan dengan kalibrasi pesawat, yang merupakan prasyarat penting untuk dapat bekerja seperti sebagaimana mestinya.

ARCore diperkirakan akan memperoleh dukungan pada perangkat lain, namun belum tersedia informasi terkait waktu dan perangkat yang akan memperoleh dukungan tersebut.

Sementara itu sebelumnya, Samsung resmi meluncurkan Galaxy Tab Active 2 di Amerika Serikat, setelah terlebih dahulu meluncur di Eropa pada akhir tahun lalu. Tablet ini dipasarkan seharga USD420 (Rp6 juta), sementara di Eropa, Samsung memasarkan tablet tersebut seharga EUR500 (Rp8,7 juta).

Samsung juga menggulirkan pembaruan untuk peramban versi Android karyanya, diklaim mampu menyuguhkan performa lebih cepat dan lebih baik. Versi terbaru Samsung Internet Browser ini menggunakan mesin lebih baik, yaitu Chromium M59.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.