Aplikasi Fitness Ini Bisa Bocorkan Markas Militer

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 30 Jan 2018 18:24 WIB
amerika serikatcyber security
Aplikasi Fitness Ini Bisa Bocorkan Markas Militer
Heat map dari Strava.

Jakarta: Strava adalah pembuat aplikasi fitness yang menggunakan GPS ponsel untuk mengetahui waktu dan lokasi penggunanya berolahraga. Tujuannya adalah untuk menjadi media sosial bagi para atlet.

Pada November lalu, Strava merilis peta yang menunjukkan aktivitas para penggunanya di seluruh dunia. Peta tersebut menunjukkan satu miliar aktivitas yang ada pada tiga triliun titik koordinat. Peta itu menunjukkan dimana orang-orang berolahraga.

Namun, seorang analis menyebutkan bahwa peta itu juga memudahkan seseorang untuk mengetahui lokasi markas militer dan kegiatan anggota militer. 

The Verge melaporkan, Nathan Ruser, anggota dari Institute for United Conflicts Analysts menyebutkan via Twitter bahwa seseorang dapat dengan mudah membandingkan peta Strava dengan lokasi dari markas militer yang diketahui.

Ruser juga merasa, seseorang bisa memperkirakan kegiatan anggota dari sebuah markas militer berdasarkan rute lari dan patroli. Untuk memperkuat teorinya, dia menunggah screenshot dari contoh pemetaan markas militer Amerika Serikat. 
Sebenarnya, sebelum peta Stava diunggah, Google Maps dan gambar dari satelit publik telah menunjukkan keberadaan markas militer. Namun, peta Stava menawarkan informasi tambahan seperti bagaimana pergerakan orang-orang di sekitar markas tersebut.

Misalnya, dengan mencocokkan dua gambar di bawah, Anda bisa dengan mudah menentukan jalan yang sering dilewati di Fort Benning, Georgia. 



Ini bukanlah masalah baru. Pihak militer telah menyadari ancaman keamanan yang muncul ketika anggotanya membawa perangkat yang melacak lokasi mereka. Karena itu, pihak militer membuat regulasi baru terkait penggunaan tablet dan smartphone. Anggota militer sekarang sudah tidak boleh lagi membawa perangkat elektronik ke tempat sensitif.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.