Jelang Putusan Pengadilan Guru Agama, India Blokir Internet

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 31 Aug 2017 16:08 WIB
internet
Jelang Putusan Pengadilan Guru Agama, India Blokir Internet
Anggota grup keagamaan yang menciptakan kerusuhan. (AP / Altaf Qadri)

Metrotvnews.com: Sebanyak 50 juta orang di India kehilangan akses ke internet selama 5 hari ketika pengumuman keputusan pengadilan atas seorang pemimpin grup keagamaan membuat kawasan Punjab dan Haryana masuk ke dalam status gawat darurat. 

Pemerintah lokal mematikan layanan internet mobile dan SMS pada hari Kamis, 24 Agustus, tepat sebelum pengumuman hasil pengadilan atas pemimpin grup keagamaan Gurmeet Ram Rahim Singh atas tuduhan pemerkosaaan. Layanan internet dan SMS dipulihkan pada hari Selasa pagi, lapor CNET.

Singh adalah ketua dari grup keagamaan Dera Sacha Saudia. Dia dinyatakan bersalah atas tuduhan memerkosa dua wanita yang menjadi anggota grupnya pada 2002. Para pengikut Singh kemudian melakukan protes yang berujung kekerasan dan menyebabkan kematian dari 38 orang. Grup ini mengklaim bahwa mereka memiliki lebih dari 70 juta pengikut di dunia. 

Pemerintah mematikan layanan internet untuk "mencegah gangguan atas keamanan masyarakat", menurut pernyataan resmi dari Additional Chief Secretary of Haryana, seperti yang dikutip dari Times of India. Perintah untuk mematikan internet tersebut memengaruhi lebih dari 50 juta orang. Singh mendapatkan hukuman penjara selama 20 tahun pada hari Senin. 

Selain mematikan layanan internet mobile, kegiatan bisnis dan edukasi di sebagian kawasan Haryana dan Punjab juga dinonaktifkan. Keberangkatan kereta dibatalkan dan penjaga keamanan diturunkan untuk memastikan keadaan tidak memburuk. Pengadilan tinggi ingin pemerintah melakukan apapun yang diperlukan untuk mengamankan keadaan. 

India bukanlah satu-satunya negara yang memblokir internet ketika muncul masalah politik. Tiongkok juga secara sistematis membatasi akses internet dan telah berusaha untuk menghentikan pembicaraan yang membuat Partai Komunis terlihat buruk. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.