Apple Tunduk pada Pemerintah Tiongkok, Ini Implikasinya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 31 Jul 2017 13:31 WIB
appleiphonetiongkok
Apple Tunduk pada Pemerintah Tiongkok, Ini Implikasinya
Keputusan Apple untuk tunduk pada pemerintah Tiongkok bisa menyebabkan masalah. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Apple baru saja menghapuskan aplikasi VPN dari App Store di Tiongkok. Ini adalah kemenangan besar pertama yang didapat pemerintah Tiongkok atas perusahaan teknologi asing. Ini pertama kalinya pemerintah Tiongkok berhasil mendapatkan dukungan perusahaan asing untuk menyensor internet. 

Saat ini, Apple memiliki bisnis besar di Tiongkok, tapi bisnis tersebut terancam oleh vendor smartphone lokal. Pangsa pasar Apple di Tiongkok menciut dan tahun lalu, jumlah pengiriman iPhone turun untuk pertama kalinya.

Menurut data dari IDC pada 2016, Apple mengalami penurunan pengiriman dari 58,4 juta unit pada 2015 menjadi 44,9 unit pada 2016. Pangsa pasarnya di Tiongkok pun turun 4 persen ke 9,6 persen, meski pasar smartphone Tiongkok tumbuh 9 persen. 

Vendor smartphone asal Tiongkok, seperti Oppo, Huawei dan Vivo, menjadi pesaing ketat dari Apple, seperti yang disebutkan oleh TechCrunch. Selain itu, Apple juga terancam keluar dari daftar 5 vendor smartphone terbesar, digantikan oleh Xiaomi, menurut Canalys. Memang, iPhone yang diluncurkan tahun ini bisa membantu Apple untuk kembali menguasai pasar Tiongkok, tapi itu bukanlah jaminan. 

Terlihat jelas, CEO Apple, Tim Cook berada di bawah tekanan untuk memperkuat posisi Apple di Tiongkok, yang merupakan pasar Apple terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Namun, untuk melakukan itu, Cook harus bisa meningkatkan penjualan dan memenangkan hati pemerintah Tiongkok, yang dikenal restriktif. 

Namun, keputusan Apple untuk menghapus aplikasi VPN dari App Store Tiongkok justru akan membuat mereka terjebak. Apple tidak bisa keluar dari pasar Tiongkok, yang berarti mereka tidak bisa membuat pemerintah marah dengan membiarkan aplikasi VPN di App Store. Pada saat yang sama, keputusan ini juga menciptakan masalah besar untuk Apple di negara-negara lain.

Ke depan, Apple tidak lagi bisa menolak pemerintah yang ingin agar pembuat iPhone itu membatasi akses internet. Lain halnya dengan Google yang bisa berkelit dengan mengatakan, "Kami tidak punya kendali atas versi modifikasi Android yang dibuat oleh para vendor smartphone." Apple tidak bisa melakukan itu. 

Jadi, jika Gedung Putih meminta Apple untuk membantu mereka memecahkan kasus terorisme di AS -- seperti ketika FBI meminta Apple untuk meretas iPhone milik pelaku penembakan San Bernardino tahun lalu -- Apple tidak lagi bisa membela diri karena mereka telah tunduk pada pemerintah Tiongkok. 

Apple seharusnya bertahan dengan pendiriannya dan mempertahankan posisinya sebagai penyedia perangkat mobile premium yang paling dicari. Jika Apple memang akan menanamkan teknologi AR dan VR ke iPhone berikutnya, perangkat tersebut bisa jadi perangkat yang paling dicari.

Dengan begitu, mereka bisa membuat pemerintah enggan untuk melarang mereka beroperasi, karena itu akan membuat masyarakatnya yang cinta teknologi marah. 

Tetap pada pendiriannya, Apple akan kukuh ketika mendapat tekanan dari pemerintah AS atau pemerintah negara-negara lain. Dengan begitu, mereka dapat mempertahankan nilai merek mereka dan menjaga kesetiaan penggunanya. 


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /