Kominfo Ingin Hapus Sertifikasi Ponsel Tahun Depan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 13 Sep 2016 18:08 WIB
kominfo
Kominfo Ingin Hapus Sertifikasi Ponsel Tahun Depan
Sertifikasi ponsel seluler akan dihapuskan. (TIME)

Metrotvnews.com, Jakarta: Januari 2017, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ingin menghilangkan sertifikasi telepon seluler, terutama untuk merek global. Dia menganggap, uji kualitas yang dilakukan oleh merek global sudah cukup menjamin kualitas dari produk mereka. 

Selain itu, dia berharap, tanpa adanya sertifikasi telepon seluler, teknologi baru yang digunakan pada ponsel terbaru segera dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Untuk melakukan sertifikasi, diperlukan waktu satu bulan sebelum sebuah ponsel diluncurkan.

Diperkirakan, jika sebuah merek mengeluarkan 2 varian produk dalam satu tahun, maka waktu yang dapat dihemat dengan penghapusan sertifikasi adalah sekitar 16 persen.

"Rencananya mulai Januari 2017, tidak perlu proses sertifikasi brand global. Katakanlah brand besar iPhone, Samsung, memang balai uji kita lebih canggih dari brand global?" kata Rudiantara saat ditemui Antara di diklat manajemen perubahan di Jakarta.

Meskipun begitu, Rudiantara mengatakan bahwa Kemenkominfo akan tetap bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan pemeriksaan di pasar demi perlindungan konsumen. Rencana Rudiantara ini disambut dengan positif oleh beberapa merek global. 

Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Noor Iza menjelaskan, setiap vendor perangkat mobile memiliki hasil pengujian yang dilakukan di lab sendiri atau lab lain. "Test report tersebut yang menjadi dasar pengajuan sertifikasi," katanya kepada Metrotvnews.com.

Dia juga menegaskan, pengujian lab akan ditiadakan untuk merek global, meski untuk merek global tertentu, proses pengujian lab akan ditentukan bersama. Pengecualian dari peraturan ini adalah ponsel low-end yang diimpor.

Untuk merek lokal, Kemenkominfo akan melakukan pemeriksaan saat atau sebelum produksi. Sehingga, saat ponsel sudah jadi, pihak produsen tidak perlu melakukan sertifikasi. Setelah itu, Kemenkominfo akan melakukan uji di pasar demi perlindungan konsumen. 


(MMI)

Video /