Penampakan Prototipe Ponsel Lipat Samsung yang Batal Produksi

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 17 Jun 2018 11:25 WIB
samsung
Penampakan Prototipe Ponsel Lipat Samsung yang Batal Produksi
Gambar dan informasi terkait dengan smartphone lipat yang dibatalkan Samsung beredar di internet.

Jakarta: Menurut informasi terbaru, smartphone lipat pertama Samsung siap untuk diungkap pada bulan Februari pada ajang MWC tahun 2019 mendatang.

Samsung telah mengembangkan ide tersebut selama beberapa tahun dan gambar salah satu prototipe model yang dibatalkan Samsung beredar di internet.

Secara keseluruhan, konsep tersebut sesuai dengan paten yang didaftarkan Samsung pada bulan Desember 2017 lalu, dan menyerupai tampilan ZTE Axon M.

Hal ini berarti terdapat panel depan dengan rasio aspek 16:9 dan sejumlah aspek desain utama terlihat pada perangkat Samsung yang dirilis sebelum Galaxy S8.

Selain itu, prototipe tersebut hadir dengan layar sekunder berdimensi serupa yang dapat dilipat ke arah dalam di belakang perangkat saat tidak digunakan atau dilipat ke arah luar kiri dari panel utama untuk memperluas area menonton pada panel utama.

Selain itu, serupa Axon M, prototipe Samsung tersebut hadir dengan dimensi relatif tebal dan dibekali dengan jack headphone 3,5mm. Tidak tersedia informasi lain terkait smartphone tersebut kecuali usungan kodenama Project V dan nomor model SM-G929F.

Dengan karakteristik desain eksternal dan antarmuka pengguna khas Samsung yang digunakannya, pengembangan konsep perangkat ini diperkirakan berlangsung pada peluncuran Galaxy Note 5 pada musim panas tahun 2015 lalu.

Berbeda dengan prototipe awal, smartphone lipat Samsung akan diluncurkan pada ajang MWC 2019 mendatang ini diperkirakan akan mengusung layar lipat berukuran 7,3 inci saat dibentangkan, dan berukuran 4,5 inci saat dilipat. Namun, peminat teknologi baru ini disebut untuk bersiap merogoh kantong sedikit demi mendapatkan ponsel cerdas ini.

Perangkat ini dirumorkan akan dipasarkan dengan harga tinggi, hampir mencapai USD2.000 (Rp27,8 juta), dan direncanakan akan diproduksi dalam jumlah unit terbatas, yaitu sekitar 300 ribu hingga 500 ribu unit.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.