Begini Cara Kerja Black Box di Instagram

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 04 Jun 2018 09:51 WIB
instagram
Begini Cara Kerja Black Box di Instagram
Instagram menjelaskan sistem yang digunakannya untuk menampilkan konten pada beranda aplikasi pengguna.

Jakarta: Pada tahun 2016, Instagram mengubah unggahan yang akan dilihat pada berandanya. Kala itu, unggahan yang diunggah dengan urutan waktu paling baru terletak di bagian atas, dan dengan digulirkan ke bawah, urutan waktu unggahan semakin lama.

Namun, Instagram mulai menggunakan algoritma untuk memutuskan unggahan yang akan dilihat pertama kali oleh pengguna. Kala itu, Instagram menyebut keputusan tersebut dilakukannya karena umumnya melewatkan 70 persen dari unggahan di berandanya.

Sejumlah pengguna Instagram mengajukan protesnya terhadap sistem saat ini, dengan sejumlah poster yang mengeluhkan bahwa algoritma mengubur unggahan mereka. Hal ini menyebabkan semakin sedikit View dan Likes yang mereka peroleh.

Instagram mengungkap terdapat sejumlah hal yang diperhatikan dan dipertimbangkan oleh sistem black box yang digunakannya. Terdapat tiga hal utama yang menjadikan aplikasi berbagi video dan foto tersebut tampil sungguh-sungguh memastikan unggahan yang akan dilihat pengguna saat mengakses aplikasi.

Tiga hal utama tersebut termasuk minat, didasarkan pada perilaku pengguna sebelumnya, memungkinkan algoritma menentukan topik yang akan menjadi minat utama pengguna. Hal lainnya yaitu kebaruan, yaitu jangka waktu terbaru dari unggahan yang ditampilkan di beranda aplikasi pengguna.

Pesan yang diunggah dengan jangka waktu paling baru akan ditempatkan di posisi lebih atas pada beranda pengguna, jika dibandingkan dengan unggahan yang diunggah satu minggu lalu. Hal terakhir yaitu hubungan, kedekatan pengguna dengan pengunggah konten.

Hubungan antara pengguna dan pengunggah konten juga ditentukan algoritma dengan meninjau komentar pada unggahan sebelumnya. Unggahan dari pengunggah yang pernah atau sering menerima komentar dari pengguna akan muncul pada posisi teratas di berada.

Selain itu, terdapat tiga faktor lain yang menjadi pedoman Instagram, seperti frekuensi pengguna mengunjungi aplikasi yang dinilai penting karena Instagram ingin setiap anggota untuk membuka aplikasi dan segera menemukan unggahan terpenting ditampilkan di bagian atas sejak kunjungan terakhirnya.

Faktor lain yaitu akun yang diikuti, sehingga semakin banyak akun yang diikuti pengguna, maka semakin sedikit unggahan dari pengguna spesifik yang muncul di berandanya.

Faktor lainnya yaitu penggunaan, sehingga semakin sering pengguna menghabiskan waktu di aplikasi, maka semakin banyak unggahan yang ditemukannya saat menggulir ke bawah.

Instagram juga menyebut bahwa saat ini, perusahaannya tidak mempertimbangkan untuk kembali menggunakan sistem lama dengan unggahan terbaru berada di posisi teratas.

Menurut perwakilan Instagram, mereka khawatir pengguna tidak mengetahui sistem yang tengah digunakan.

Selain itu, Instagram juga menyebut bahwa perusahaannya tidak memberikan pengguna peringkat lebih rendah karena unggahan berjumlah unggahan sedikit, atau membantu mendorong unggahan oleh pengguna dengan unggahan lebih banyak.

Instagram juga membantah menghukum pengguna yang mengunggah konten dengan banyak tagar.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.