Peran Perempuan di Level Manajemen E-Commerce Indonesia Masih Rendah

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 03 Aug 2018 18:08 WIB
e-commerce
Peran Perempuan di Level Manajemen E-Commerce Indonesia Masih Rendah
Penelitian iPrice menemukan bahwa perwakilan perempuan di level manajerial perusahaan e-commerce di Indonesia masih rendah.

Jakarta: iPrice mengumumkan hasil penelitian terbaru terkait tingkat partisipasi perempuan di level manajemen e-commerce di Indonesia. Level manajemen yang menjadi obyek penelitian iPrice yaitu founder atau presiden direktur, direktur, dan kepala divisi atau manajer.

Pada hasil penelitiannya, iPrice menyebut bahwa perwakilan laki-laki pada level manajerial perusahaan e-commerce di Indonesia mencapai 69 persen, sedangkan perwakilan perempuan sebanyak 31 persen. Selain itu, perbedaan lebih besar juga ditemukan iPrice pada level karir lebih tinggi, yaitu presiden direktur dan direktur.

Sementara itu, data yang dihimpun iPrice juga menyebut bahwa sebesar 21 persen perempuan memangku jabatan sebagai Presiden Direktur atau jenjang tertinggi dalam manajemen perusahaan. Presentasi lebih tinggi diperlihatkan pada partisipasi perempuan di level kepala divisi atau manajer, sebesar 36 persen.

Tidak hanya berdasarkan riset di Indonesia, kemiripan juga ditemukan pada riset berskala global. Menurut data Bank Dunia, sebanyak 47 persen perempuan menduduki posisi profesional tahap awal. Sayangnya, angka persentase tersebut mengecil pada tingkatan lebih tinggi.

Pada manajemen tingkat menengah, partisipasi perempuan hanya sebanyak 20 persen, sedangkan pada manajemen tingkat tinggi, partisipasi perempuan tercatat sebesar lima persen sebagai CEO, dan lima persen sebagai anggota dewan perusahaan.

Tingkat partisipasi perempuan yang rendah juga ditemukan di sejumlah negara lain di Asia Tenggara, meski Indonesia disebut sebagai yang paling rendah.

Tingkat partisipasi perempuan di Filipina mencapai 55 persen, diikuti Malaysia sebanyak 42 persen, Thailand 40 persen, Vietnam 37 persen, Singapura 34 persen, dan Indonesia 31 persen.

Sementara itu, indeks World Economics Forum menyebut Indonesia berada di posisi ke-10 dalam Indeks Kesenjangan Gender, berarti Indonesia masih tertinggal dibanding negara berkembang lain seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand dalam kesetaraan gender.

Tingkat partisipasi perempuan di level manajerial e-commerce Indonesia tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan perkembangan yang dialami industri ini selama beberapa tahun terakhir di Indonesia. Perkembangan tersebut juga berkat dukungan minat perempuan dalam berbelanja secara online.

Dukungan perempuan dalam berbelanja online ini selaras dengan survei yang dilakukan oleh Snapcart pada bulan Januari lalu, menyebut bahwa mayoritas konsumen belanja online adalah perempuan, dan dengan persentase sebesar 65 persen.

Sementara itu, percepatan dalam meningkatkan tingkat partisipasi perempuan di tingkat manajerial di bidang ekonomi dan wirausaha dinilai sangat dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun perekonomian. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, proses ini akan membutuhkan waktu lama.


(MMI)

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga
Review Gadget

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga

5 hours Ago

Vivo V11 Pro sebagai smartphone segmen menengah memberikan RAM 6GB dan kamera depan 24MP.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.